Mohon tunggu...
Refita Hesti
Refita Hesti Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar SMA

Membaca Novel

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Kisah Raden Wijaya dalam Mendirikan Kerajaan Terbesar di Nusantara

5 November 2024   07:18 Diperbarui: 5 November 2024   07:27 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.pinterest.com/pin/echoes-of-majapahit-chapter-2-in-2024--838162180680635980/

Struktur cerita sejarah di atas dapat dianalisis melalui elemen-elemen berikut:

1. Orientasi

  Bagian yang menjelaskan latar belakang berdirinya Majapahit. Dikisahkan tentang Kerajaan Singasari yang runtuh karena pemberontakan Jayakatwang dan bagaimana Raden Wijaya harus melarikan diri. Pada bagian ini, tokoh utama (Raden Wijaya), tempat (Kudadu, Sumenep, Trowulan), dan waktu (abad ke-13) diperkenalkan.

2. Urutan Peristiwa

  Menggambarkan langkah-langkah Raden Wijaya dalam mendirikan Majapahit. Mulai dari menerima bantuan Arya Wiraja, membuka hutan Tarik, hingga melibatkan pasukan Mongol dalam menyerang Jayakatwang. Peristiwa-peristiwa ini disusun secara kronologis.

3. Komplikasi/Konflik

  Terjadi ketika Raden Wijaya harus berjuang merebut kembali kekuasaan dari Jayakatwang. Persekutuan sementara dengan pasukan Mongol kemudian dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk mencapai tujuan tersebut. 

4. Resolusi

 Setelah Jayakatwang dikalahkan, Raden Wijaya berhasil menaklukkan pasukan Mongol sehingga ia akhirnya mendirikan Majapahit.

5. Koda

  Bagian akhir yang mengisahkan Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit dan dinobatkan sebagai Raja pertama pada tahun 1293 Masehi, dengan pusat pemerintahan di Trowulan.

Kelengkapan Struktur

Secara umum, teks di atas sudah memiliki struktur cerita sejarah yang lengkap. Namun, bagian koda dapat diperdalam dengan dampak berdirinya Kerajaan Majapahit bagi Nusantara, misalnya pengaruhnya terhadap budaya, ekonomi, dan politik di wilayah tersebut.

Analisis Unsur Kebahasaan

1. Penggunaan kata kerja tindakan Misalnya, "melarikan diri", "menyerang", "membunuh", yang menunjukkan aksi atau perbuatan tokoh.

2. Penggunaan konjungsi temporal

   Seperti "setelah", "kemudian", "pada tanggal", yang berfungsi menyambung rangkaian peristiwa dalam urutan waktu.

3. Kalimat deskriptif

  Misalnya, "di area itu banyak tumbuh pohon maja yang berbuah pahit" yang memberi gambaran lingkungan pada saat itu.

Modifikasi Bagian Konflik (Klimaks) dan Koda menjadi Fiksi

Bagian Konflik (Klimaks) Fiksi:

Setelah bersekutu dengan pasukan Mongol, Raden Wijaya menyusun rencana licik yang akan mengejutkan semua pihak. "Biarkan mereka percaya kita adalah sekutu sejati," bisik Raden Wijaya kepada Nambi, penuh tekad. Malam itu, di bawah rembulan yang redup, Raden Wijaya bersama pasukannya menyelinap melalui hutan Tarik, mempersiapkan serangan akhir setelah kemenangan atas Jayakatwang. Namun, satu hal tidak diketahui oleh pasukan Mongol --- Raden Wijaya telah menyiapkan jebakan di sepanjang jalan utama yang akan membuat mereka tidak sempat menarik diri dengan mudah. Pada fajar, teriakan pertempuran menggema di udara. Pasukan Mongol yang kelelahan langsung terperangkap, dan dalam kekacauan tersebut, Raden Wijaya memimpin serangan terakhir untuk mengusir mereka dari tanah Jawa.  

Bagian Koda Fiksi:

Setelah berhasil mengusir pasukan Mongol, Raden Wijaya berdiri di gerbang Trowulan, mengingat perjalanan panjang dan pengorbanan yang telah ia tempuh. "Majapahit bukan sekadar kerajaan," ucapnya kepada rakyat yang berkumpul, "ini adalah tanah harapan bagi kita semua." Dengan mahkota yang bersinar di bawah sinar matahari pagi, Raden Wijaya dinobatkan menjadi Raja Majapahit, bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Seiring waktu, desa kecil yang dahulu ia bangun dari hutan belantara kini berkembang menjadi pusat kekuasaan terbesar di Nusantara.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun