“Pantai Pendawa”,nama ini agak sedikit asing baik bagi wisatwan mancanegara maupun nusantara. Maklum sajapantai ini memang baru belum lama ini diperkenalkan sebagai obyek wisata yang masih gres di kawasan sebelah selatan Pulau Dewata ini.Dan kesinilah saya sempat beranjangsana di pagi yang cerah di awal bulan Juli.
Perjalanan dengan kendaraan sewaan dari kawasan Nusa Dua menuju Pantai Pandawa cukup lancar melalui jalan yang agak berliku dan mendaki.Untungnya, walaupun sang supir sendiri belum pernah menuju tempat ini, dengan mengikuti petunjuk jalanmenuju “Secret Beach” membuat kami sampai ke tujuan dengan selamat.
Mendekati kawasan Desa Kutuh, pemandangan yang menakjubkan berupa hamparan bukit yang kapur yang seakan-akan dipotong memberikan suatu nuansa dan suasana yang eksotis. Pemandangan yang luar biasa ini menjadibukti bahwa perjalanan ini memang bukan perjalanan ke pantai yang biasa-biasa saja.Ketika kian mendekat ke garis pantai, jalan mulai kian menurun dan di dinding bukit ada beberapa celah yang di dalamnya dihiasi patung dengan ukuran yang cukup besar.Patung-patung yang berbentuk tokoh-tokoh pewayangan inilah yang mungkin menjadikan tempat ini disebut sebagai Pantai Pandawa?
Kendaraan terus menyusuri jalan dan akhirnya sampai di tempat parkir tidak jauh dari garis pantai.Deburan ombak yang besar dengan pasir yang putih kecoklatan dan cukup landai memberikan kombinasi yang sempurna akan indahnya ciptaan sang Khalik.Pantai ini memang indah, tidak kalah dengan pantai yang lebih terkenal seperti Pantai Kuta dan Sanur. Asyiknya lagi, di sini, belum terlalu banyak pengunjungnya, sehingga kita dapat lebih leluasa menikmatinya dalam suasana yang tenang dan damai.
Di sepanjang garis pantai, berderet kursiuntuk santai lengkap dengan payung untuk melindungi kita dari teriknya sang surya.Di kursi ini, pengunjung terlihat santai tiduran sambil membaca atau juga menikmati segarnya air kelapa muda.
“Sewa kursi ini 50 ribu Bu!, tiba-tiba saja seorang pemuda mendekati saya sambil sekalian menawarkan kelapa muda.Rupanya kursi ini memang disewakan bagi pengunjung mengingat tarif masuk ke pantai ini cuma Rp3 ribu rupiah, dan tentunya tidak mungkin pengelola bisa menyediakan kursi yang bagus bak di kolam renang hotel bintang lima.
Di pantai, terlihat banyak orang bermain pasir, berenang, ataupun sedang asyik berperahu.Dengan menyewa pelampung seharga 15 ribu, mereka dapat bermain dan menikmati suasana pantai yang masih sangat asri dan indah itu.
Deretan warung dan gerai yang menjual makanan dan minuman juga ikut menyemarakkan suasana pantai.Saya pun segera memesan jagung bakar dan kelapa muda lalu kemudian bersantai sambil menikmati pemdangan indah lengkap dengan pasir putih, dan ombak yang disertai hembusan angin sepoi-sepoi.
Asyiknya lagi, di tempat ini juga ada sebuah ruangan yang mirip dengan balai rakyat.Di setiap pojok ruangan terdapat patung khas Bali yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan sarung kotak-kotak hitam putih. Patung yang berkepala manusia dan juga kadang-kadang berkepala hewan ini sedikit unik karena banyaknya hiasan bulu-bulu yang menempel di tubuhnya.
Selain itu, terdapat juga Pandawa Spa yang menyediakan tiga buah tempat tidur untuk pijat di ruangan ini. Sayangnya pagi itu, ketiga tempat tidur itu sedang kosong alias tidak ada pelanggan dan bahkan di salah satu kolong tempat tidur, ada seekor anjing yang sedang asyik bermain.
Saya membayangkan betapa asyiknya dipijat di ruangan terbuka, di tepi pantai sambil disaksikan oleh beberapa patung yang bertelanjang dada, Anda ingin coba? Ditunggu kehadirannya di Pantai Pandawa...!!
Nusa Dua, Juli 2013
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H