Mohon tunggu...
Rasi Kasim Samosir
Rasi Kasim Samosir Mohon Tunggu... Wiraswasta - Samosir

Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Universitas Sumatera Utara. Anggota GMKI Cab. Medan. DPC GAMKI Kota Medan M.B 2016-2019

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tahun Baru, Harapan Baru Warga Kota Medan

31 Desember 2016   13:12 Diperbarui: 31 Desember 2016   13:25 204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Oleh : Rasi Kasim Samosir, SP.

Di bawah kepemimpinan Drs. Dzulmi Eldin S., M.Si. dan Ir. Akhyar Nasution, M.Si sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan periode 2016 - 2021 merupakan babak awal dalam kepemimpinan orang nomor 1 dan orang nomor 2 di lingkungan Pemerintah Kota Medan yang dilantik oleh Menteri Dalam Negeri melalui Plt Gubsu Ir. H.T.Erry Nuradi, M.Si (pada saat itu) Rabu (17/2/2016) di Lapangan Merdeka. Pada era kepemimpinan Walikota Medan yang disapa Eldin menggunakan jargon ‘Medan Rumah Kita’. Medan Rumah Kita yang kita anggap sebagai tempat dimana kita nyaman, tentram, asri, sejuk, indah nampaknya belum terwujud secara keseluruhan hingga pada saat ini dari beberapa sektor bidang.

Infrastruktur Kota Medan

Pada tahun 2016, anggaran infrastruktur drainase ± Rp 450.000.000.000,-. Anggaran ini cukup memakan banyak biaya berdasarkan Musrenbang yang disepakati sebelumnya yang digunakan untuk mencegah serta menanggulangi banjir yang terdapat di beberapa kecamatan yang ada di Kota Medan termasuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak. Apresiasi Pemerintah Kota Medan diacung jempol terhadap percepatan pembangunan dalam menanggulangi banjir yang ada beberapa kecamatan di kota Medan. Akan tetapi, sudah efesienkah lokasi yang tersentuh dalam pembangunan infrastruktur yang ada di kota Medan? Semoga.. Seharusnya seluruh saluran drainase sekunder diperhatikan lebih baik lagi. 

Penulis berharap Pemerintah Kota Medan menghimbau 21 kecamatan yang ada di kota Medan memperhatikan saluran drainase dan melakukan gotong royong sekali seminggu untuk kelancaran salura drainase sekunder yang ada di tiap - tiap kecamatan. Tidak adanya koordinasi antara Pemerintah Kota Medan dengan 21 Kecamatan yang ada di Kota Medan sia-sialah proyek yang menghabiskan anggaran infrastruktur tersebut. Saluran drainase sekunder akan dialirkan ke saluran drainase primer yaitu ke sungai terdekat di masing - masing kecamatan. 

Pembangunan SDM juga diperlukan dalam percepatan pembangunan infrastruktur Kota Medan yaitu dengan adanya sosialisasi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, dan Dinas Kebersihan Kota Medan tentunya penting dilakukan untuk menjaga serta memelihara infrastruktur Kota Medan. Apabila terlaksananya pembangunan SDM yang ada di Kota Medan berhasil lah warga Kota Medan mendukung Pemerintah Kota Medan dalam membangun infrastruktur Kota Medan. Berdasarkan hasil Musrenbang Juni 2016, maka disepakati anggaran pembangunan jalan dan drainase pada tahun 2017 sebesar 1 Triliun Rupiah (pojoksatu.id). 

Anggaran yang besar sebaiknya benar-benar diawasi oleh legislatif yang bermitra dengan Pekerjaan Umum yakni Komisi D. Penulis berharap pihak swasta yang memenangkan jasa pembangunan kota Medan sebaiknya melakukan pekerjaan yang berkualitas untuk dinikmati warga kota Medan. Akankah dengan anggaran tahun 2017 proyek infrastruktur 1 Triliun Rupiah dapat menjawab seluruh kegelisahan warga kota Medan yang merasakan banjir selama ini? Semoga menjawab.

Keamanan Kota Medan

Meningkatnya tingkat kriminalitas di wilayah Kota Medan menjadi tantangan terbesar kepada Pemerintah Kota Medan dan aparat keamanan (POLRI dan TNI). ‘Medan Rumah Kita’ belum dapat kita katakan bahwa Medan merupakan rumah kita. Karena seperti yang kita ketahui apabila kita tinggal di kediaman kita pasti kita merasakan yang namanya keamanan maupun kondusifitas. Begal, jambret, rampok, narkoba merupakan tingkat kriminalitas tinggi yang ada di Kota Medan. Para pelaku kerap bereaksi denga menggunakan senjata tajam sehingga melukai korban. Sehingga sering dikenal peribahasa “Sudah jatuh tertimpa tangga pulak lagi”. Residivis berbagai kasus sering menjadi langganan keluar masuk Rumah Tahanan Polisi, Jaksa, maupun Lapas Tanjung Gusta. Peulis berharap aparat Pemerintah Kota Medan yang bekerja sama dengan Aparat Keamanan mengaktifkan kembali Poskamling di masing-masing kelurahan yang dibagi beberapa titik di setiap kelurahan. 

Pentingnya sinergisitas aparat keamanan dengan poskamling diharapkan salah satu solusi yang menjawab keamanan yang ada di kota Medan. Penulis juga mengapresiasi Pemerintah Kota Medan yang berhasil dalam megaktifkan aplikasi hp gadget ‘Medan Rumah Kita’. Jadi, setiap adanya laporan dan keluhan dari masyarakat kota Medan dapat dituangkan melalui aplikasi ‘Medan Rumah Kita’. 

Penulis berharap Pemerintah Kota Medan sigap dalam menerima laporan dari masyarakat kota Medan demi terwujudnya ‘Medan Rumah Kita’ pada tahun 2017. Kekondusifan kota Medan juga diharapkan adanya peran organisasi-organisasi kepemudaan menciptakan kondusifitas  di kota Medan. Penulis berharap untuk saling menghargai dari agama, suku, golongan, dan ras yang dikenal berbagai macam di kota Medan. Penulis berharap mari sama - sama menolak paham radikalisme masuk di kota Medan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun