Tahukah Anda bahwa ada seorang cendekiawan Vietnam di awal abad ke-20 yang melawan kolonialisme Prancis tidak dengan senjata, tetapi dengan ide-ide revolusioner dan semangat pendidikan? Dialah Phan Boi Chau, tokoh nasionalis yang meletakkan dasar gerakan kemerdekaan Vietnam. Kisahnya adalah inspirasi tentang bagaimana intelektualitas dan semangat kebangsaan dapat menjadi senjata yang lebih tajam daripada peluru.
Awal Kehidupan: Seorang Cendekiawan dalam Era Kolonial
Phan Boi Chau lahir pada 26 Desember 1867 di Desa Dan Nhiem, Provinsi Nghe An, Vietnam, dalam keluarga terpelajar yang menjunjung tinggi tradisi Konfusianisme. Sejak kecil, ia menunjukkan kecerdasan luar biasa dan mendalami literatur klasik Tiongkok yang kaya akan filosofi perjuangan dan moralitas.
Namun, di tengah pendidikannya, Vietnam berada dalam cengkeraman penjajahan Prancis. Hal ini menggerakkan hati Phan untuk memikirkan cara membebaskan tanah airnya dari kekuasaan asing. Inspirasi awalnya berasal dari tokoh-tokoh sejarah Vietnam yang pernah melawan dominasi Tiongkok, seperti Tran Hung Do dan Le Loi.
Gerakan Nasionalis: Perjuangan Melalui Pendidikan
Pada awal 1900-an, Phan mendirikan organisasi Asosiasi Restorasi Vietnam (Duy Tan Hoi), yang bertujuan mereformasi masyarakat Vietnam melalui pendidikan dan pembangunan nasionalisme. Ia meyakini bahwa rakyat Vietnam perlu dididik agar memiliki pengetahuan dan keberanian untuk melawan kolonialisme.
Salah satu upayanya yang paling terkenal adalah Gerakan Dong Du (Pergi ke Timur) pada tahun 1905. Phan mengirimkan pelajar muda Vietnam ke Jepang untuk belajar teknologi modern, militer, dan ilmu pengetahuan. Ia terinspirasi oleh keberhasilan Jepang dalam Restorasi Meiji, yang mengubah negara itu menjadi kekuatan besar dunia tanpa harus tunduk pada kolonialisme Barat.
"Menjalani kehidupan yang sibuk hanya sekedar berdiri di angkasa. Apakah memalukan melihat dunia? Hiduplah sebagai budak orang bodoh, Hiduplah dengan bodoh untuk membuat mereka tertawa. Hiduplah untuk ketenaran dan kekayaan, bukan untuk negara. Jangan hidup seperti itu! Apa gunanya hidup dalam kesengsaraan?" Â - Phan Boi Chau
Pengasingan dan Perjuangan di Luar Negeri
Aktivitas Phan tidak luput dari pengawasan Prancis. Ketika Jepang mulai mendapatkan tekanan dari Prancis, Phan terpaksa meninggalkan Jepang pada 1909 dan melanjutkan perjuangannya dari Tiongkok. Di sana, ia terus menggalang dukungan dari komunitas Vietnam di luar negeri serta belajar dari gerakan revolusioner Tiongkok.