Konsep Partisipasi menurut Arnstein
Komunitas ini berada dalam tahapan partnership komunitas yang dimana AKSARA memberlakukan masyarakat sebagai partner kerja, bersama-sama untuk menyusun dan melaksanakan program Lampak Mengabdi.
Contohnya dalam program kerja Pemeberdayaan UMKM Produk lokal Pedesaan. Menurut penyataan Toni Risanto selaku Founder komunitas AKSARA mengatakan bahwa kegiatan Pemberdayaan UMKM ini dilakukan oleh para anggota LMB dengan upaya memberikan edukasi dan penyuluhan tentang cara membuat produk dari sumber daya yang ada di desa tersebut. Dikarenakan setiap desa memiliki keanekaragamannya masing-masing, maka setiap desa yang di kelola oleh LMB memiliki olahan UMKM yang berbeda-beda.
Walaupun begitu, dalam melakukan kegiatannya tim AKSARA meminta persetujuan masyarakat agar mereka bisa membantu mengembangkan sumber daya masyarakat di desa tersebut. Namun dalam proses pengelolaan sumberdaya-nya kewenangan berada di tangan masyarakat. Komunitas AKSARA masih memegang keputusan tanpa mengurangi saran dan kritik masyarakat lokal.
Pengorganisasian Komunitas
Pengorganisasian komunitas bertujuan untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan atas permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Berdasarkan tiga pola pengorganisasian, Aksara merupakan Pengembangan Komunitas Lokal. Termasuk ke dalam pengembangan komunitas lokal karena menekankan kepada proses dan memandang masyarakat sebagai subjek serta berpartisipasi aktif dalam proses interaksionalnya. Aksara menganalisis kebutuhan masyarakat dan melaksanakan program kerja yang membangun dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H