Mohon tunggu...
Raja Lubis
Raja Lubis Mohon Tunggu... Freelancer - Pekerja Teks Komersial

Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi jurnalis dan entertainer namun malah tersesat di dunia informatika dan kini malah bekerja di perbankan. Ngeblog di rajalubis.com / rajasinema.com

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Fenomena Komeng, Bukti Nyata Pemilih Malas Melakukan Background Checking?

18 Februari 2024   10:37 Diperbarui: 19 Februari 2024   10:46 1533
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sudah 1,5 juta suara yang diraih Komeng (sumber: Kompa.com)

Berdasarkan perhitungan real count KPU per tanggal 17 Februari 2024, pukul 19:31 WIB, dengan suara masuk 52,31%, dua calon kuat pilihan saya ini kemungkinan besar belum beruntung menjadi senator. Mereka hanya peroleh suara masing-masing 1,57% dan 1,14%. Jauh tertinggal dari Komeng yang memimpin sementara dengan 12,4% dan Jihan Fahira 4,77%.

Tentunya, pilihan siapapun adalah hak semua orang dan itu harus dihormati. Tapi kita tidak bisa menyangkal, seenggaknya dari yang beredar di media sosial, pemilih Komeng adalah pemilih yang baru memutuskan di bilik suara.

Sebaiknya kita sudah membawa pilihan sebelum ke bilik suara. Selain tentunya untuk menghemat waktu dan mempercepat proses antrean pemilih berikutnya. Dan untuk bisa memantapkan pilihan sebelum ke bilik suara, background checking adalah hal yang mutlak.

Jika sudah melakukan background checking dan tetap memilih Komeng, tentunya itu adalah putusan yang baik juga. Setidaknya, kita sudah adil sejak dalam pikiran dan menempatkan semua calon di posisi yang sama pada awalnya.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun