Melihat data informasi bencana yang dikelola oleh badan nasional penanggulangan bencana (BNPB), tercatat sekitar 15 kali bencana banjir terjadi di bulan Desember 2022.
Angka tersebut, terbilang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat. Meskipun perlu digaris bawahi bahwa banjir terjadi karena beragam faktor namun tetap saja manusia perlu waspada terhadap segala kemungkinan buruk.
Misalnya terjadi banjir air laut yang ternyata memiliki sebab diantara 2 hal yakni
Banjir Laut : Kenaikan Permukaan Air
Antara tahun 1900-1990, rata rata permukaan air laut naik sekitar 1,2mm hingga 1,7mm per tahun.
Sedangkan tahun 2000 keatas, angka rata-rata kenaikan permukaan laut menambah menjadi 3,2 mm hingga 2,4 mm per tahun.
Fenomena naiknya permukaan air laut secara ekstrim ini akan lebih sering dan meluas di seluruh dunia akibat pemanasan suhu.
Efek Secara Menyeluruh
Kenaikan suhu global berimbas pada gunung es di kutub utara dan selatan, yang mencair secara bertahap dan mendorong kenaikan permukaan air laut.
Global warming mempengaruhi perubahan cuaca dan iklim. Musim dingin akan jadi pendek periodenya dan musim hangat mengalami periode yang lebih panjang.
Kenaikan sebesar 1,5 derajat celcius ini mendorong situasi panas ekstrem di luar ambang batas selama ini, dalam kata lain gelombang panas menjadi lebih panas.
Banjir Laut : Penurunan Muka Tanah
Land sustenance, penurunan muka tanah karena adanya gerakan yang terjadi pada material di bawah tanah berupa gas, minyak, dan air. Biasanya terjadi di dataran aluvial, misalnya kota-kota besar.