Mohon tunggu...
Rachmat Pudiyanto
Rachmat Pudiyanto Mohon Tunggu... Penulis - Culture Enthusiasts || Traveler || Madyanger || Fiksianer

BEST IN FICTION Kompasiana 2014 AWARD || Culture Enthusiasts || Instagram @rachmatpy #TravelerMadyanger || email: rachmatpy@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Musang Pesakitan

11 Januari 2014   01:45 Diperbarui: 24 Juni 2015   02:56 354
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
1389379447420484407

* aku tercekat di  hari Jumat nan keramat satu musang berkacamata disikat diciduk aparat karena kelakuan keparat abisin ayam ayam milik rakyat yang dirawat dengan suci cucuran keringat

aku terpana permainan apa yang dipanggungkan penguasa rimba oleh para musang berbulu domba warna biru tua saat sarangnya membara panas tak terkira oleh intrik adu kepentingan atas kuasa korbankan hidup rakyat jelata yang bengong tak berdaya

wahai musang pesakitan yang terpenjara sudahi segala sandiwara dengan nyanyian kebenaran atas sakwa sangka kuasa tangan dan kaki kokohmu sudah terampas sirna atas skenario yang jadikan dirimu tumbal politik mangsa bersama para musang tua pendosa saat berkuasa saatnya balas karma dengan berdiri di pihak benar ada

wahai musang muda sengkuni segera buka misteri lembaran konspirasi jika halaman kedua bisa menguak kejahatan pada negeri jangan sembunyi, jangan tipu rakyat tak berdosa lagi besarkan nyali yang sebanding dengan berani gantung diri di batas waktu nafas akhir berbakti pada ibu pertiwi

oh nasib negeri rimba belantara yang konon kaya raya budaya dan alamnya terpuruk semakin arah laju tak jelas kemana saat raja dan hulubalangnya berebut mangsa habis habislah semua asa rakyatnya siapa yang akan bela?

hukum tata? pengemban keadilan bangsa atau pada oposisi para banteng tua? atau pada opportunis serigala serigala lainnya yang lantang arogan teriakan pembela jelata

ataukah hanya Tuhan saja? sang hakim Maha Adil dan Bijaksana dengan wibawa pengaturanNya bagi kroni kroni dan musang penguasa yang bersarang di kerajaan mewahnya dan mulai gelisah atas singgasana

***

"Saya terima kasih pada Pak SBY, mudah-mudah peristiwa ini punya arti. Semoga punya makna dan menjadi hadiah tahun baru 2014." (Anas Urbaningrum)

Jakarta - 11 Januari 2014 GanendraX

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun