Timbangan Ketaatan pun memberikan Aura kemampuan untuk dapat mengendalikan siapa pun yang mana lebih rendah dari miliknya. Mengingat dia memiliki mana dalam jumlah besar, tetapi hampir mustahil untuk dapat mengalahkannya bagi sebagian besar orang. Setidaknya, dalam 500 tahun terakhir Aura, tidak mempunya mana yang lebih besar darinya. Oleh karena itu, dia tak pernah dikalahkan.
Karena itu, Aura bertanya kepada Frieren mengapa dia melakukan hal seperti itu. Mengenang kembali, Frieren menyebut jika Eisen pernah memarahinya karena melendakan tentara undead. Namun, pertukaran kata-kata yang sia-sia ini membantunya mengingat jika iblis tidak mempunyai kemampuan untuk memahami emosi manusia. Karena itu, dia mempersiapkan dirinya untuk dapat membunuh Aura tanpa ampun.
Tapi saat merka menuju keluar, mereka disergap oleh Lugner dan Linie. Raja iblis Lugner mendemonstrasikan sihir darahnya, yang menusuk Fern dan menjepitnya ke dindiing. Di sisi lain, Linie menirukan gaya Stark dan menyerangnya dengan menggunakan kapak.
Di tempat terpisah, Linie mengira dia sudah mengalahkan Stark. Namun, Stark mempunyai kemauan yang kuat. Setelah bangkit kembali, dia bertanya pada Linie dimana dia belajar menggunakan kapak seperti tuannya yaitu Eisen.
Linie menyebut jiak dia mempunyai kemampuan untuk meniru tindak seseorang hanya dengan menghafal aliran mana mereka. Sejak dia bertemu Eisen sejak lama, dia dapat menirunya. Adegan pun melihat Stark dapat melampui batas kemampuannya untuk mengalahkan Linie.
Pada saat yang sama, Fren dapat mengeluarkan Zoltraak yang kuat untuk melenyapkan Lugner. Eisode tersebut berakhir dengan Lugner dengan bingung menantap Fern, dan entah bagaimana dia mengingatkannya pada Frieren.
Demikian, rekap episode 9 dari Frieren Beyond Journey's End  episode 9 bagaimana nih episode kali ini? tulis di komentarnya.***