Â
Karanganyar, Pekalongan (24-01-2024). Pupuk merupakan bahan penyedia unsur-unsur esensial yang dapat ditambahkan ke dalam tanah untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Pupuk dapat dibagi menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk anorganik berasal dari pupuk kimia yang dapat menyebabkan kerusakan kesuburan tanah, perubahan sifat fisik, kimia dan biologi tanah, dan perubahan keseimbangan unsur hara tanah Untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik maka sebagai alternatifnya dapat menggunakan pupuk organik.Â
Disini Tujuan dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mahasiswa KKN TIM I UNDIP DESA PODODADI KABUPATEN KARANGANYAR ingin memberikan sosialisasi terkait penggunaan pupuk organik yang bersifat berkelanjutan dan ramah lingkungan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dalam jangka waktu yang panjang.
Dampak Penggunaan Pupuk KimiaÂ
Intensitas dari pemakaian pupuk kimia di Indonesia dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Namun tanpa disadari oleh petani penggunaan pupuk anorganik dalam jangka panjang memiliki dampak tidak baik bagi tanah. Dalam jangka panjang dampak penggunaan pupuk anorganik yaitu dapat mengikis unsur hara dan mineral penting yang ada di dalam tanah sehingga dapat mengurangi kesuburan tanah.Â
Saat ini penggunaan pupuk kimia yang dilakukan oleh petani sudah melebihi dosis yang disarankan sehingga keseimbangan ekosistem terganggu,tanah menjadi tandus dan organisme pengurai seperti cacing mati, oleh karena itu jika tidak dilakukan upaya penangulangan maka lahan-lahan tersebut tidak secara optimal dapat berproduksi dan berkelanjutan.Â
Rendahnya kesuburan tanah akibat adanya senyawa kimia dapat menyebabkan pencemaran tanah yang berlebihan jika digunakan secara terus menerus dan menjadi masalah utama pada budidaya pertanian. Sehingga dapat lebih mudah bagi tanaman untuk terserang hama dan penyakit. Selain itu permasalahan lain yang dialami oleh petani yaitu subsidi pupuk dari pemerintah mengalami penurunan sedangkan petani mayoritas mengalami ketergantungan pupuk kimia.
Kandungan Unsur Hara Didalam Kotoran AyamÂ
Kandungan hara dalam kompos kotoran ayam ini mengandung Urea, KCL, Dan Sp-36. kotoran ayam memiliki unsur hara yang tinggi. Kadar nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dari kotoran ayam sangatlah tinggi. Jika dibanding kotoran-kotoran hewan lainnya, kotoran ayam mempunyai kandungan hara yang tertinggi. Hal tersebut karena bagian cair dan bagian padat dari kotoran ayam tercampur menjadi satu.
Manfaat Pupuk OrganikÂ
- Dapat meningkatkan kesuburan tanahÂ
- Dapat memperbaiki struktur tanahÂ
- Pembuatan yang cukup mudah
- Biaya relatif murah
- Ramah lingkunganÂ
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H