Mohon tunggu...
Putri NoveliaPrasetyowati
Putri NoveliaPrasetyowati Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

sedang belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pentingnya Pendidikan dan Pembangunan Karakter (Character Building)

13 Agustus 2023   00:05 Diperbarui: 13 Agustus 2023   00:07 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Karakter adalah sifat, watak, kepribadian dan tingkah laku seseorang yang dilakukan setiap harinya. Karakter terbentuk dipengaruhi banyak faktor seperti, lingkungan keluarga, pertemanan, masyarakat, dan pengaruh dari diri individu itu sendiri. Salah satu hal lain yang juga mempengaruhi karakter seseorang adalah pendidikan. Pendidikan karakter membantu seseorang mengembangkan karakternya menjadi lebih baik. Penurunan moral yang terjadi pada akhir-akhir ini menunjukan betapa pentingnya menyatukan faktor-faktor yang berpengaruh untuk membangun karakter seseorang.

Membangun karakter atau character building adalah upaya untuk mengembangkan karakter menjadi lebih baik dari sebelumnya. Perkembangan karakter dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dunia dan kehidupannya. Itulah mengapa dalam hidup yang terus berkembang ini harus diimbangi dengan berkembangnya karakter juga.

Pembentukan karakter dapat dilakukan sejak usia sedini mungkin, mengingat masa kanak kanak adalah masa kritis untuk mengajarkan sesuatu salah satunya yaitu karakter. Lingkungan keluarga sebagai tempat pertama seorang individu tumbuh dan belajar, dari keluarga itulah seseorang mempelajari nilai-nilai awal yang akan menjadi pondasi karakter. 

Pondasi yang kuat akan menopang bangunan karakter dengan kuat pula. Sebaliknya, kegagalan penanaman pendidikan karakter pada usia dini dapat menjadi masalah yang berkelanjutan pada hidup individu tersebut. Jadi, bisa dibilang pendidikan karakter pada usia dini adalah sebuah investasi jangka panjang bagi seorang insan.  Selanjutnya, lingkungan masyarakat atau pertemanan dan sekolah. Lingkungan yang positif akan membawa dampak positif pula pada karakter seseorang. Selain faktor eksternal tersebut, adapula faktor internal yang mempengaruhi pembangunan karakter, yaitu pengalaman dan pembelajaran hidup.

Apa saja sih nilai-nilai karakter yang harus kita kembangkan? Nilai-nilai karakter yang harus dikembangkan diantaranya yaitu kejujuran, kedisiplinan, toleransi, tanggung jawab, rasa cinta kepada bangsa dan negara, religi, ulet dalam bekerja, mandiri, percaya diri, optimis, kreatif, cinta damai, peduli lingkungan, dan mengetahui cara berkomunikasi yang baik. Dari sekian banyaknya nilai yang harus dikembangkan oleh seorang diri, tentu membutuhkan waktu yang panjang serta wadah yang tepat. Perlu adanya kerjasama antara individu itu sendiri, anggota keluarga, lingkungan masyarakat dan pendidikan formal.

Pendidikan karakter harus lebih terstruktur lagi, sosialisasi tentang pentingnya membangun karakter sejak dini perlu dilakukan agar orang tua dan masyarakat paham bahwa karakter seseorang perlu di bentuk dan mereka memiliki andil yang cukup besar dalam proses tersebut. Selain itu, system pendidikan formal juga harus menyelipkan pembelajaran karakter di sela-sela pelajaran akademik.

Pendidikan karakter yang baik akan mengoptimalkan seluruh perkembangan pada anak dan membentuk  anak  menjadi manusia yang utuh. Anak dengan karakter yang kuat akan menjadi individu yang mampu menyelesaikan segala persoalan dalam kehidupan. Pendidikan karakter diselenggarakan untuk menanamkan nilai-nilai karakter. 

Kemerosotan nilai-nilai karakter yang sekarang terjadi, menjadi permasalahan serius bagi bangsa. Pasalnya, setiap tahunnya sekolah meluluskan ribuan  siswa untuk berhadapan langsung dengan realita dunia. Namun, pada nyatamya dengan perolehan nilai tinggi, belum menjamin lulusan tersebut dapat hidup dengan baik dikarenakan kurangnya perkembangan karakter pada orang tersebut. Itu mengapa, pendidikan karakter dan pendidikan akademik harus berjalan beriringan untuk mendapatkan hasil terbaik, baik secara tertulis maupun dalam eksekusinya di kehidupan nyata.

Sikap percaya diri dan optimis juga termasuk nilai karakter yang perlu ditanamkan dari usia dini. Kepercaan diri diajarkan dengan menunjukan bagaimana cara berperilaku dan membawa diri di tengah keluarga, masyarakat dan lingkungan. Untuk mendapatkan nilai percaya diri juga dibutuhkan nilai komunikasi yang baik. Seorang anak harus diajarkan bagaimana cara berkomunikasi dengan baik, mulai dari hal paling sederhana seperti penggunaan kata maaf, tolong, terima kasih kemudian berlanjut ke hal yang lebih kompleks yaitu mengutarakan perasaannya juga menerangkan batasan dirinya dengan tepat.

Kesimpulannya, pendidikan karakter harus lebih diprioritaskan sejak masa kanak-kanak sebagai bekal tumbuh, berkembang dan belajar di kehidupan dan realita yang ada.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun