Aku langsung beranjak dari Kasur dan segera menemui Ayah dan Ibu untuk memberitahu berita bahagia ini. Setelah aku memberitahu Ayah dan Ibu, mereka menangis bahagia. Namun mereka bingung untuk awal bulan di Jepang kan belum diberi uang saku, jadi harus menggunakan uang pribadi terlebih dahulu. Namun aku meyakinkan Ayah dan Ibu agar tidak usah khawatir dengan semua itu. Karena aku akan mulai kuliah di Jepang tahun depan, jadi aku masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhanku di Jepang.
Aku akan lebih giat bekerja, selepas lulus nanti aku akan menjadi pegawai kedai kopi. Aku akan belajar hemat dari sekarang. Perjuanganku tidak berujung sampai disini, entah badai seperti apa yang akan aku alami setelah aku kuliah di Jepang nanti. Karena kelak kamu akan mengerti, bahwa hidup akan sekeras ini bahkan bisa jadi lebih batu. Dan dengan ini kamu akan paham, bahwa sejatinya suatu kisah akan memberi pemahaman dan pendewasaan.
Naik turun semangat itu sudah biasa dalam suatu perjalanan, karena disamping itu sang pencipta sudah menyiapkan bahagia untukmu. Jadi berhenti bukanlah pilihan itu hanyalah ilusi, tetap teguh di jalan juang, harus yakinkan dirimu sendiri sebelum kamu meyakinkan orang lain. Berdamai dengan dirimu sendri, wajar jika seseorang melakukan kesalahan. Karena kamu hanyalah seorang manusia. Namun jangan sampai kamu melakukan kesalahan itu untuk kesekian kalinya.
Sadari bahwa kamu perlu yang namanya perubahan. Berusaha, berjuang, ikhtiar, dan do'a. Agar nanti jika kamu harus berhenti sejenak dan harus mengeluh sekali lagi, setidaknya bukan karena kesulitan yang itu-itu lagi.Â
Nama : Putri PermatasariÂ
Kelas : 12 MIPA 5
Terima kasih telah membaca :)Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI