Segelas fresh milk kedua mendarat di mejanya ketika seorang pria yang mengaku sebagai kliennya datang, dan duduk di hadapannya. Oksigen di sekitar Eve seperti berlari menjauh, dadanya sesak, Ia seperti kehabisan napas. Ia meneguk segelas fresh milk yang sudah sedari tadi ia genggam, tanpa jeda, dan menghabiskannya hingga tetes terakhir.Â
Seseorang di depan Eve tertawa, takjub dengan sikap kikuk Eve yang terlihat lucu. "Apa kabar, Eve? Nggak lupa sama gue kan?"
"Ba... Baik..."
"Seneng ya, bisa ketemu lo lagi, setelah enam bulan ini lo susah banget diajak ketemu."
"Natt gimana?"
Are tertawa. "Kok lo malah nanya Natt? Nggak tanya gue aja?"
"Lo sama Natt gimana?"
"Everything is fine and nothing matters. Bahkan bulan depan Natt mau nikah."
"Oh, sorry gue nggak tau, lo pasti sedih ya?"
"Nggak lah, bahagia banget gue, karena adek gue satu-satunya itu bakal nikah."
"Natt? Dia adek lo?"