Mohon tunggu...
Ita Friedrich
Ita Friedrich Mohon Tunggu... karyawan swasta -

Istri dan Ibu dari 2 anak laki2 yang cakep. Baik hati dan tidak sombong ( haaaalaaah), suka bercanda, suka main petak umpet... Berusaha menolong sebisa mungkin...tapi kalau tidak bisa yaaa mau bagaimana lagi.... Suka jahil tapi suka menyesali kejailannya.... dan sayang banget ma rakyat jelata, suka makanan tradisional, jajan pasar, dan kopi pahit...suka keluyurun di tempat kumuh.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Di Tepian Asmara Kita

23 Mei 2014   11:03 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:12 23
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Sunyi menggigil bersama aroma tanah tersiram hujan sore itu
Derai memori tebarkan wangimu yang ku rindu
Di pelukmu ku terkulai menikmati sejuta rasa membelai kalbu
Dan ku terlupa kala sepasang mata menatap cemburu
--
Geliat tubuh di pembaringan berikan senyum hangat nan mesra
Kita bercumbu menelusuri setiap inci nadi cinta
Hingga waktu mengusik kita tuk sudahi alunan nada
Dalam genggam asmara terkulai di antara seribu pesona
--
Di tepian pagi kusambut binar matamu yang tak kuasa kulewati
Dalam pelukan kasih penuh getar cinta tiada henti
Kembali kulumat hangat bibirmu seperti dalam mimpi yang kita lalui
Hingga terengah bersama peluh menelusuri tubuh ini tiada henti
--
Leonberg, 23.05.2014
By Ita Friedrich

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun