Sunyi menggigil bersama aroma tanah tersiram hujan sore itu
Derai memori tebarkan wangimu yang ku rindu
Di pelukmu ku terkulai menikmati sejuta rasa membelai kalbu
Dan ku terlupa kala sepasang mata menatap cemburu
--
Geliat tubuh di pembaringan berikan senyum hangat nan mesra
Kita bercumbu menelusuri setiap inci nadi cinta
Hingga waktu mengusik kita tuk sudahi alunan nada
Dalam genggam asmara terkulai di antara seribu pesona
--
Di tepian pagi kusambut binar matamu yang tak kuasa kulewati
Dalam pelukan kasih penuh getar cinta tiada henti
Kembali kulumat hangat bibirmu seperti dalam mimpi yang kita lalui
Hingga terengah bersama peluh menelusuri tubuh ini tiada henti
--
Leonberg, 23.05.2014
By Ita Friedrich
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI