Mohon tunggu...
www.psychologymania.com psychologymania
www.psychologymania.com psychologymania Mohon Tunggu... -

Psychologymania membahas masalah-masalah psikologis info selengkapnya tentang psyshologymania dapat di hubungi ke www.psychologymania.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Korban Penipuan Berkedok Lowongan Kerja Semakin Bertambah, Salah Kepolisian atau Disnaker?

3 Juni 2012   23:50 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:25 916
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
1338767355717083408

Penipuan berkedok lowongan kerja mungkin tidak asing lagi bagi kita. Bahkan beberapa orang sudah menjadi korban. Penipuan ini membuat kerugian bagi korbannya baik uang, harga diri, waktu, tenaga, dan lain-lain. Penipuan ini biasanya sangat terorganisir dengan mengatasnamakan PT/Perusahaan tertentu. Contoh perusahaan penipu yang masih tetap mengincar korbannya adalah PT Mitra Utama Global. Sampai saat ini, sepanjang pengamatan saya, korban tiap hari dari PT Mitra Utama Global ratusan orang karena memiliki cabang di hampir seratus cabang di seluruh Indonesia. Yang mengherankan adalah, tidak ada tindakan nyata dari pihak yang berwajib untuk melindungi warga. Saya berpikir bahwa pihak berwajib menunggu laporang resmi dari warga yang tertipu. Apakah memang begini prosedur dalam penanganan penipuan. Pihak berwajib hanya tidur di kantor, atau duduk sambil ngopi menunggu laporan warga. Apakah memang tidak ada tindakan preventif atau semacam intel yang bertugas untuk melindungi warga? Setelah saya coba cari referensi di internet, pihak Kepolisian sudah tahu tentang hal ini. Mengapa kepolisian belum juga bergerak untuk mengusut kasus penipuan berkedok lowongan kerja, salah satunya yang di lakukan oleh PT Mitra Utama Global? Ada apa? Mengapa? Sebuah pertanyaan besar timbul bagi saya sebagai rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa. Keheranan kedua adalah kepada pihak Dinas Tenaga Kerja. Sampai di mana mereka bekerja dan melindungi pekerja? Apakah Disnaker tidak melakukan pengawasan kepada perusahaan yang melakukan pelanggaran? Atau Disnaker tidak mengetahui masalah penipuan berkedok lowongan kerja ini? Ataukah petugas Disnaker dan Kepolisian sama, menunggu laporan warga yang sudah tertipu? Atau menutup telinga, karena ada hal-hal “tertentu”? Di mana fungsi pengawasan mereka? Saya berharap, bagi pembaca artikel ini agar membantu dan mensupport mengungkap kasus ini. saya tidak ada maksud apa-apa, saya hanyalah salah satu korban dari ribua korban lain. Dan sangat berharap tidak ada lagi korban selanjutnya, mereka sudah susah mencari pekerjaan, kok ditipu lagi. Bagi petugas yang berwenang, baik di Kepolisian maupun di Disnaker, tolong perhatikan masalah ini…!!!

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun