Hari pertama sekolah? Kapan itu? 18 Juli 2016. Hari itu benar-benar dinantikan oleh keponakanku, Angeline. Angeline memasuki play group di sebuah sekolah swasta di Surakarta. Dia bersemangat sekali menyambut hari pertama sekolahnya. Kakak saya, Lenny, juga berbahagia di hari pertama sekolah Angeline. Angeline adalah anak pertama dari kakak saya. Mengantar di hari pertama sekolah merupakan pengalaman pertama bagi kakak saya. Kakak saya bangun lebih pagi dan mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke sekolah. Aktivitas di hari pertama sekolah adalah berdoa, bermain, dan perkenalan. Kak Lenny menunggu Angeline dari pukul 07.30 WIB-10.00 WIB dengan mengamati Angeline sambil berbincang bersama para orang tua lain. Angeline bermain dengan banyak permainan di sekolah barunya mulai dari permainan memasak sampai permainan boneka hewan. Dia juga bermain bersama teman-teman barunya. Demikianlah hari pertama Angeline di sekolah. Mengantar anak di hari pertama sekolah membuat kak Lenny bahagia melihat putrinya bahagia.
Seberapa pentingkah hari pertama sekolah bagi orang tua? Saya mewawancarai dua orang teman saya. Menurut mas Cucuk, mengantar anak di hari pertama sekolah merupakan tanggung jawab orang tua, sehingga tidak bisa diwakilkan kepada nenek, sopir, maupun pembantu. Anak lebih senang jika diantar oleh orang tuanya. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk mengantar anak di hari pertama sekolah.
Teman saya, Lina, mengingat kembali pengalamannya mengantar anak di hari pertama sekolah 9 tahun silam. Dia sempat merasa takut jika anaknya menangis di sekolah. Menurut Lina, mengantar anak di hari pertama sekolah dari dulu tetap penting sebab merupakan babak baru bagi anak, dari di rumah saja bersama keluarga menjadi bersekolah. Anak kecil mudah terpengaruh temannya, anak Lina menangis saat mendengar temannya menangis. Guru dapat menenangkannya. Wali kelas mengupayakan waktu untuk berbincang dengan orang tua mengenali sifat anak dan mengupayakan perkembangan mental anak.
Bagaimana hari pertama sekolah dari sisi guru? Izty berpendapat bahwa mengantar anak di hari pertama sekolah menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri pada anak. Selaku guru di Surakarta, Izty berharap anak-anak dapat belajar untuk berteman dengan semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Di masa depan, Izty berharap dia atau suaminya dapat mengantar anak di hari pertama sekolah.
Hari pertama sekolah bagi Imanuel sangat signifikan sebagai bentuk penyerahan kepercayaan dari orang tua kepada pihak sekolah atas anak yang akan dididik serta bentuk dukungan kuat dari orang tua pada anak. Imanuel sebagai seorang guru di Jambi menganggap sekolah adalah tempat berbagi, belajar, dan bertumbuh bersama. Pada masa yang akan datang, Imanuel berencana akan meminta ijin ke sekolah tempatnya bekerja untuk mengantar anaknya di hari pertama sekolah.
Kesimpulan saya, mengantar anak di hari pertama sekolah sangat penting di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Mengantar anak di hari pertama sekolah begitu bermakna bagi kejiwaan anak sebab hal ini termasuk dukungan dan penghargaan orang tua akan keberadaan anak. Bagi orang tua, kegiatan ini adalah tanggung jawab dan kebahagiaan tersendiri melihat anak bersekolah. Sedangkan bagi sekolah, mengantar anak adalah bentuk penyerahan kepercayaan dari orang tua pada guru untuk mendidik anaknya. Perkembangan anak bukan hanya memerlukan didikan guru saja, namun juga memerlukan doa dan usaha melalui peran serta dari orang tua.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI