Mohon tunggu...
Pringadi Abdi Surya
Pringadi Abdi Surya Mohon Tunggu... Penulis - Pejalan kreatif

Lahir di Palembang. Menulis puisi, cerpen, dan novel. Instagram @pringadisurya. Catatan pribadi http://catatanpringadi.com Instagramnya @pringadisurya dan Twitter @pringadi_as

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Pilihan

Ketika Puskaptis Memenangkan Prabowo

9 April 2019   11:18 Diperbarui: 9 April 2019   11:33 234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Lampung Pos.

Lembaga Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) baru saja merilis hasil survei terbarunya. Yang mengejutkan, hasil survei tersebut menyebut elektabilitas capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang atas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Selisih kemenangan diprediksi hanya 2,14 persen. 

Sungguh, ini tidak mainstream mengingat kebanyakan hasil survei mengungulkan kemenangan petahana. Yang menyeruak, menciptakan kontrovesi sebelumnya adalah hasil survei Litbang Kompas.

Sebagaimana kita tahu, hasil survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas petahana "hanya" mencapai 49,2%. Meski pasangan Prabowo dan Sandiaga hanya memperoleh 37.4% dan 13,4% responden masih merahasiakan pilihannya, pendukung petahana gelisah. Bahkan sempat beredar isu bahwa Kompas sudah ditunggangi kepentingan lawan politik. 

Pasalnya, angka "sebesar" itu adalah lampu kuning bagi psikologi politik. Petahana akan nyaman apabila hasil survei menunjukkan angka lebih di atas 60%. Nah, ini di bawah 50%, harus hati-hati.

Penelitian Puskaptis lebih menohok. Penelitian itu dilakukan pada 26 Maret sampai 2 April 2019 dengan jumlah responden 2.100 orang. 

Metode yang dilakukan adalah random sampling dengan margin of error +/- 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  Lengkapnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan respons publik sebesar 47,59 persen, sedangkan pasangan nomor urut 01 (Jokowi-Ma'ruf), mendapat suara 45,37 persen, belum menentukan 7,04 persen.

Track Record Puskaptis

Namun, melihat rekam jejak Puskaptis, pendukung petahana sebenarnya bisa sedikit bernapas lega. Pada 2014 lalu, survei Puskaptis terbukti keliru.. Pada Pilpres 2014 lalu, Puskaptis dan tiga lembaga riset lainnya, yakni Lembaga Survei Nasional (LSN), Indonesia Research Center (IRC), dan Jaringan Suara Indonesia (JSI), memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Di Pilkada, hasil survei Puskaptis pun seringkali berbeda dengan hasil survei lembaga lainnya. Sevagai contoh, Puskaptis menyatakan bahwa Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) akan mengalahkan Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) pada Pilgub DKI 2012. 

Berdasarkan survei itu, elektabilitas Foke-Nara mencapai 47,22 persen. Hasil hitung cepat Pilkada Sumsel 2013 yang dilakukan Puskaptis pun menuai kericuhan. 

Saat itu, suara masuk sudah 92% dan memenangkan Herman Deru, namun tiba-tiba layar mati, dan beberapa menit kemudian hasil berubah drastis dengan memenangkan Alex Noerdin. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun