Mohon tunggu...
MIRANDA NASUTION
MIRANDA NASUTION Mohon Tunggu... Konsultan - Saya perempuan yang hobi menari. Saya anak ragil dari pasangan Alm. Aswan Nst dan Almh Tati Said. Saya punya impian menjadi orang sukses. Motto hidup saya adalah hargai hidup agar hidup menghargai Anda.

Tamatan FISIP USU Departemen Ilmu Komunikasi tahun 2007, pengalaman sebagai adm di collection suatu bank, dan agen asuransi PT. Asuransi Cigna, Tbk di Medan. Finalis Bintang TV 2011 oleh Youngth's management. Pimpinan Redaksi Cilik tahun 2002-2003 (Tabloid Laskar Smunsa Medan).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Perdamaian di Era Milenial

4 November 2020   11:24 Diperbarui: 4 November 2020   11:31 65
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Di era milenial ini sudah tentu perkembangan informasi terjadi dengan pesat. Sebelum era milenial era globalisasi sudah terjadi. Orang tua mewanti-wanti anaknya untuk tidak terjerumus dalam pengaruh negatif seperti misalnya pergaulan bebas dan pornografi. 

Sejak beberapa tahun belakangan ini, perpaduan antara milenial dan globalisasi membawa berita hoax atau bohong. Yang paling ditakutkan adalah menyebabkan permusuhan. 

Saya yakin banyak orang merasa takut termasuk saya jika menyebarkan berita bohong secara tidak sengaja. Ketakutan muncul bukan karena ada undang-undang mengenai hal ini, tetapi karena berita bohong seolah membuat orang menjadi waham bukan malah paham. 

Berita bohong bisa mempengaruhi otak dan cara berpikir dan membuang waktu. Namun, syukurlah bagi orang yang bijak, dia bisa mengelola pikirannya dengan baik dan tidak tertipu kata kata sehingga bisa mengetahui duduk perkaranya. 

Seluruh lapisan masyarakat pastilah menginginkan hidup bahagia dengan menghindari permusuhan.  Ada tujuh hal yang menyebabkan orang hidup bahagia di dunia, yaitu: 

1. Hati yang selalu bersyukur

2. Pasangan hidup yang shalih

3. Anak yang shalih

4. Lingkungan yang kondusif

5. Harta yang halal

6. Semangat untuk memahami agama

7. Umur yang berkah

Ketujuh hal di atas dikatakan oleh Ibnu Abbas ketika ditanya oleh para Tabi' in.

Sebagai orang yang beriman dan bertaqwa, kita bersyukur hidup di era informasi yang ditandai dengan meluasnya penggunaan produk-produk teknologi informasi baik di kota maupun daerah.  Perkembangan ini harus memiliki etika sosial agar masyarakat dapat, selamat dari kemungkinan ketidaknyamanan sosial bahkan revolusi sosial. 

Dalam konteks kekinian, kita juga sering dihadapkan pada berita-berita hoax, ujar an kebencian, narasi radikalisme dan terorisme. Karenanya, sikap check and recheck adalah hal yang harus dikembangkan. 

Barack obama pernah mengatakan penggunaan TI secara tidak bertanggung jawab menyebabkan pergolakan sosial yang terjadi di banyak negara di dunia baik barat dan timur. 

Seperti revolusi pelangi di Timur Tengah. Bagaimana negara- negara di sana seperti Tunisia, Lubis, Syria, Irak, Mesir, dan masih banyak lagi yang porak poranda dan bahkan perang saudara antar sesama umat Islam dan antar anak bangsa. 

QS.Al-Hujurat ayat 10:"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu sampaikanlah antara kedua saudaraku ( yang berselisih) dan bertawaklah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." 

Sebenarnya kita semua bersaudara. Ada orang yang bersaudara karena ikatan iman yang sama, ada yang karena ikatan kebangsaan yang sama, dan ada karena ikatan sesama manusia karena kita semua anak cucu adam. 

Mulai sekarang tinggalkan sikap prejudice dan dan suka mencela serta sikap yang suka membully orang lain, juga perlunya nalar kritis dan sikap kehati-hatian dan tidak impulsif dalam membaca dan mencerna media sosial. 

Sikap Billy menurut saya adalah sikap yang harus dihindari karena merupakan perbuatan bodoh. Setiap orang punya potensi untuk maju, lalu mengapa harus syirik atau dengki dengan orang lain. Setiap orang bisa maju asal memiliki keuletan dan kesabaran.Kalau kita membully bisa- bisa kita akan kena karma. 

Zaman milenial harus ditandai dengan kearifan  dan kecerdasan. Orang yang cerdas adalah orang yang tahan dikritik dan bisa menyelesaikan permasalahan dengan baik, dengan mengutamakan perdamaian. 

Zaman milenial harus ditandai dengan sikap kehati-hatian dalam melangkah dan berbicara. Setiap orang berhak semangat tetapi harus bertanggung jawab.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun