Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

3 Langkah Memperbaiki Estetika Tulisan

16 Juni 2020   07:25 Diperbarui: 16 Juni 2020   07:22 540
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dengan memperhatikan estetika tulisan, kita bisa menyajikan artikel yang bisa dinikmati dan memuaskan pembaca (gambar: unsplash.com/Arnel Hasanovic)

Penilaian keindahan bersifat indrawi, emosional, dan intelektual sekaligus. Demikian juga, penilaian estetika mungkin dikondisikan secara budaya sampai batas tertentu. Penilaian estetika juga dapat dikaitkan dengan nilai ekonomi, politik, atau moral.

Kita mungkin menilai mobil listrik Tesla itu indah atau cantik sebagian karena keinginan kita menjadikannya sebagai simbol status. Sementara bagi yang lain mungkin menilai mobil itu menjijikkan karena itu menandakan pola konsumsi yang berlebihan dan menyinggung nilai-nilai politik atau moral masyarakat sekitar.

Bahasa sederhananya, nilai estetika tergantung kesepakatan bersama. Kita bisa menilai sebuah karya seni itu indah selama ada orang lain yang memiliki perasaan yang sama terhadap karya seni tersebut.

Estetika Dalam Karya Tulis

Sebagai karya seni, tulisan juga tak luput dari pertimbangan estetika. Dalam esainya "Why I Write", George Orwell mengatakan antusiasme estetika termasuk dalam salah satu motivasi menulis.

Menurut Orwell, setiap tulisan memiliki estetika. Bahkan seorang penulis pamflet atau penulis buku teks sekalipun memiliki kata-kata dan frasa kesayangan yang menarik dan ingin ia tunjukkan pada pembaca. Pertimbangan lebar margin tulisan, tipografi hingga pola kelurusan tulisan, ini semua juga termasuk dalam nilai estetika karya tulis. Tidak ada satu pun buku atau karya tulis yang bebas dari pertimbangan estetika.

Kalau begitu, seperti apa estetika tulisan itu?

Kalau kita lihat penjelasan George Orwell, estetika tulisan terdapat pada kandungan (kata-kata yang dirangkai penulis) serta kemasan (bagaimana penulis menyajikannya). Nilai estetika tulisan pada pamflet tentu berbeda dengan nilai estetika tulisan pada buku.

Begitu pula nilai estetika pada tulisan fiksi berbeda dengan estetika non fiksi. Nilai estetika jurnal ilmiah berbeda dengan artikel populer. Dengan kata lain, nilai estetika karya tulis tergantung pada jenis dan media tempat karya tulis tersebut disajikan.

3 Langkah Memperbaiki Estetika Tulisan yang Disajikan Online

Nah, karena sekarang ini kebanyakan karya tulis diterbitkan online, kita akan belajar bersama cara memperbaiki estetika tulisan yang diterbitkan online.

Anggap saja saat ini kamu sudah menyelesaikan tulisanmu. Karya tulis yang kamu anggap sangat berkualitas, baik dari sisi tema maupun gaya penulisan.

Tentunya kamu ingin tulisanmu ini dibaca banyak orang. Kamu seolah ingin menunjukkan pada dunia, "Hei, ini karya tulis terbaikku."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun