Mohon tunggu...
Pormadi Simbolon
Pormadi Simbolon Mohon Tunggu... Penulis - ASN, alumnus Magister Ilmu Filsafat STF Driyarkara

"Everything speaks to us, let's do improvement continually to our life everyday". "pormadi-simbolon.blogspot.com"

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

PEMIKIRAN ZYGMUNT BAUMAN: Problematika dan Prospek Kehidupan Terfragmentasi Masyarakat Posmodern

28 Januari 2025   18:30 Diperbarui: 28 Januari 2025   11:07 33
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: Sampul Buku: Pemikiran Zygmunt Bauman, (Sumber: Penerbit Kanisius)

Salam sehat, kembali kami muncul di Kompasiana, 

Buku ini menguraikan pandangan Zygmunt Bauman tentang kehidupan terfragmentasi (terpecah-belah) pada masyarakat posmodern serta problematika dan prospeknya melalui penelitian kepustakaan. 

Kehidupan posmodernisme tidak lagi sama seperti kehidupan pramodern yang kohesif dan diikat oleh tradisi, maupun kehidupan modern yang berbasis aturan rasional, keteraturan, prinsip universalitas, serta disertai keamanan yang besar tetapi kebebasan sedikit. Posmodernisme muncul sebagai bentuk kritik dan ketidakpercayaan terhadap proyek modernisme yang utilitarian. Kehidupan posmodernisme dikuasai kekuatan pasar dan globalisasi akibat deregulasi dan privatisasi oleh negara. 

Peran negara berkurang, kehidupan dimediasi pasar. Kebebasan yang sangat besar tetapi keamanan menjadi terancam. Akibatnya, kehidupan dan segala bentuk penciptaan identitas diri menjadi beban individu. Setiap individu mendapati kehidupan mereka terfragmentasi; terpecah menjadi banyak tujuan dan fungsi. Problematika kehidupan posmodern adalah persoalan Unsicherheit (ketidakpastian), ketidakamanan, penuh risiko dan ambivalensi dalam segala bidang kehidupan. Kondisi posmodern harus dihadapi, tidak perlu kembali ke era pramodern atau modern. 

Karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab moral dalam membangun kehidupan bersama di era posmodern. Bauman menamai tanggung jawab moral individu itu sebagai etika postmodernisme. Sebuah dorongan moral yang muncul dari dalam diri, bukan karena ancaman sosial atau regulasi dari luar dirinya. 

Selain dapat menjadi salah satu referensi tentang Zygmunt Bauman, buku ini juga sangat tepat dan layak untuk dibaca oleh para dosen dan mahasiswa yang mendalami ilmu filsafat dan ilmu-limu humaniora.

Informasi Buku:

Judul: Pemikiran Zygmunt Bauman: Problematika dan Prospek Kehidupan Terfragmentasi Masyarakat Posmodern

Penerbit: PT. Kanisius Yogyakarta

Penulis: Pormadi Simbolon, S.S., M.Fil

Halaman: 130

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun