3. Â Introvert
Ketergantungan terhadap gawai pada anak-anak membuat mereka menganggap bahwa gawai adalah segala-galanya bagi mereka. Mereka akan gelisah jika  dipisahkan dengan gawai yang digandrunginya. Jika anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya hanya untuk bermain gawai (gadget), dapat mengurangi kedekatan mereka dengan orang tua dan cenderung menjadi introvert.
Peran Orang Tua Membentuk Karakter Anak
Selama masa pandemi Covid-19  orang tua memainkan peran intensif dalam pendidikan karakter anak. Selain bentuk pengawasan dan pendampingan yang harus diberikan, orang tua memiliki tanggung jawab memfasilitasi dan memastikan keberlangsungan proses pembelajaran daring tersebut agar tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik. Berbagai peran yang dapat dilakukan orang  tua dalam pembentukan karakter anak di masa pandemi Covid-19 dapat diidentifikasi sebagai berikut.
1. Â Peran Sebagai Pendidik (Edukator)
   Peran sebagai pendidik (guru) ini adalah peran yang harus dilakukan oleh orang tua, baik di masa pandemi atau tidak sedang masa pandemi. Orang tua harus berperan dalam mendidik anak-anaknya di rumah. Terlebih bagi anak yang menempuh jenjang pendidikan dasar maupun menengah pertama yang notabene masih dalam tahap  masa kanak-kanak yang harus selalu diedukasi dalam memanfaatkan media teknologi informasi agar tidak disalahgunakan.
2. Â Peran Sebagai Fasilitator
   Dalam konteks pendidikan karakter, prestasi siswa tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya semata melainkan juga prestasi sosial. Prestasi sosial dalam hal ini merupakan sikap dan karakter siswa yang mampu menghargai perbedaan dalam masyarakat plural. Untuk itu selain berperan mengarahkan anak agar berprestasi, orang tua juga berperan memfasilitasi tumbuh kembang anak menjadi pribadi yang memiliki perangai terpuji.
3. Â Berperan Sebagai Pengawas dan Pendamping
   Diberlakukannya pembelajaran daring membuat siswa menjadi lebih intens dalam menggunakan smartphone. Penggunaan smartphone oleh anak dengan varian fitur aplikasi yang ditawarkan memerlukan adanya pengawasan dan pendampingan oleh orang tua. Piranti lunak (software) yang tersedia di dalam perangkat teknologi informasi (komputer, laptop, atau smartphone) memiliki dua mata sisi. Di satu sisi banyak manfaat yang dapat diperoleh, di sisi lain dapat menimbulkan ekses negatif bagi penggunanya apabila tidak dimaatkan secara bijak.
4. Â Berperan Sebagai Motivator