Mohon tunggu...
POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR
POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR Mohon Tunggu... Konsultan - Profesional Development - Sokrates - Binus Creates

Hanya ingin berbagai untuk kemajuan Pendidikan di Indonesia, khususnya dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

School Branding

6 Juli 2019   12:56 Diperbarui: 6 Juli 2019   12:59 1092
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang kepala sekolah di sebuah daerah dan beliau mengeluh dengan jumlah siswanya yang semakin menurun dari tahun ke tahun dengan alasan sulitnya bersaing dengan sekolah negeri dan swasta yang telah punya nama. 

Mereka sulit bersaing dengan negeri karena didukung oleh Pemerintah dengan sekolah gratisnya sehingga orang tua lebih senang menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri yang gratis daripada sekolah swasta yang dikenal mahal. Bersaing dengan sekolah swasta yang punya nama bukan pula yang mudah karena selain didukung oleh nama yang populer juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga sekolah swasta lain semakin sulit untuk bersaing.

Harus diakui bahwa banyak sekolah yang mengalami hal yang sama bahkan saat ini sudah banyak sekolah yang tutup ataupun nyaris tutup karena mereka sulit mendapatkan siswa karena kalah bersaing dengan sekolah lain. Hal inilah yang perlu diwaspadai daripada beberapa sekolah yang masih mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat karena bagaimanapun sekolah swasta maupun sekolah negeri memiliki peranan yang sama dalam mencerdaskan generasi pengganti bangsa ini dimasa yang akan datang.

Salah satu yang perlu diperhatikan oleh sekolah adalah menciptakan School Branding, yaitu usaha yang digunakan oleh sekolah untuk menjadikan sekolah mereka dikenal, diingat dan memiliki penilaian tersendiri pada masyarakat umum.  Sekolah harus memiliki brand yang membuat orang tua berpikir untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut khususnya orang tua yang sudah memiliki rancangan masa depan untuk anaknya. Sebagai contoh,  orang tua yang menilai anaknya suka dengan teknologi maka dia akan mencari sekolah yang mampu mendukung dan meningkatkan kemampuan dari anaknya tersebut dalam bidang teknologi.

Sekolah dalam perubahan paradigma pendidikan saat ini sudah perlu menciptakan brand mereka sendiri layaknya sebuah perusahaan menciptakan brand untuk mengenalkan produk mereka kepada masyarakat luas. Adapun langkah yang dapat dilakukan dalam menciptakan branding sekolah dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Merumuskan Visi,Misi dan Tujuan sekolah. Sekolah harus merumuskan kembali ketiga hal tersebut sesuai dengan perkembangan zaman saat ini dan mengacu pada perkembangan dunia yang akan datang.
  2. Tentukan output yang akan dihasilkan. Hal ini penting karena ini akan menjadi salah satu pertimbangan orang tua dalam memasukkan anaknya ke sebuah sekolah. Misalkan jika anak lulus dari sekolah ini dijamin mampu berbahasa mandarin dengan baik. Jadi, orang tua yang ingin anaknya fasih dalam berbahasa mandarin akan menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut.
  3. Buat Slogan yang menarik dari sekolah. Slogan yang menarik dan mudah diingat oleh masyarakat, akan membuat sekolah lebih mudah dalam mempromosikan sekolah mereka. Perhatikan slogan dari perusahaan yang terkenal, mereka membuat slogan dengan sangat kreatif sehingga masyarakat luas mudah mengingat slogan mereka.  
  4. Bentuk team marketing. Pastikan perubahan Visi, Misi, dan Tujuan sekolah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat dan hal ini tidaklah menjadi tugas Guru tetapi harus dibentuk sebuah team yang bertugas menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat luas.
  5. Program pasca sekolah. Untuk memastikan output dari sekolah sudah benar-benar sesuai dengan visi dan misi sekolah maka sekolah perlu memonitor dari lulusan-lulusannya serta membantu para siswanya jika mereka keluar dari misi awal ketika di sekolah. Hal ini jarang sekali diperhatikan sekolah, banyak yang beranggapan jika telah selesai UNBK dan malam perpisahan maka itu bukan lagi tanggung jawab sekolah padahal apa yang terjadi pada lulusan mereka akan menentukan nasib sekolah mereka ke depannya.
  6. Belajar dari Kompetitor. Apa kelebihan dari sekolah lain, apa kelebihan yang dapat ditawarkan oleh sekolah anda dan mengapa sekolah anda merasa lebih baik dari sekolah kompetitor.
  7. Maksimalkan perkembangan teknologi dalam melakukan promosi. Perkembangan teknologi khususnya media sosial telah membuat pergeseran dalam bidang marketing, teknologi saat ini memberikan kemudahan dalam melakukan promosi secara luas kepada masyarakat luas seperti memanfaatkan media sosial dalam melakukan promosi dan itu bisa dimanfaatkan oleh sekolah untuk mempromosikan sekolah.
  8. Libatkan dunia usaha dan dunia industri. Sebuah sekolah akan lebih cepat dalam menciptakan Brand adalah sekolah yang melibatkan dunia usaha dan dunia industri seperti sekolah yang berada di Kudus, dimana sekolah tersebut didukung oleh sebuah perusahaan besar sehingga mereka memiliki brand yang kuat yang sulit untuk digeser oleh sekolah lain.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun