Mohon tunggu...
Polisman Halawa
Polisman Halawa Mohon Tunggu... Penulis - Saya sebagai freelance Copywriter dan aktif bekerja di CV.Busana Idaman

saya hobi menulis dan suka eksplorasi berbagai kata sehingga saya mampu menciptakan berbagai kalimat kreatif serta persuasif

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Memilih Karir Sesuai Kepribadian

3 September 2024   19:41 Diperbarui: 5 September 2024   13:31 20
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
interview kerja (unsplash.com/Tim Gouw)

Di era globalisasi yang terus berkembang, memilih karir menjadi salah satu keputusan paling penting dalam kehidupan seseorang. Karir bukan hanya tentang pendapatan, tetapi juga berhubungan dengan kebahagiaan, kepuasan, dan rasa pencapaian diri. 

Salah satu cara untuk membantu seseorang menemukan karir yang sesuai adalah dengan memahami kepribadian mereka. Kepribadian adalah faktor penting yang memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan dunia, cara mereka bekerja, serta jenis lingkungan kerja yang paling cocok bagi mereka.

Teori kepribadian dan karir

Kepribadian sering kali diukur menggunakan berbagai model psikologis, salah satunya adalah model Lima Besar (Big Five Personality Traits). Model ini mengelompokkan kepribadian manusia menjadi lima dimensi utama: Ekstroversi, Keterbukaan terhadap Pengalaman, Kehati-hatian, Kestabilan Emosi, dan Keterbukaan. Setiap dimensi ini memberikan wawasan tentang kecenderungan seseorang dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pilihan karir. 

1. Ekstroversi: Dimensi ini menunjukkan seberapa besar seseorang mencari stimulasi dari lingkungan luar dan menikmati interaksi sosial. Individu dengan tingkat ekstroversi tinggi biasanya merasa bersemangat saat berinteraksi dengan orang lain dan menyukai lingkungan kerja yang aktif dan penuh kegiatan. 

Mereka umumnya cocok untuk karir yang melibatkan banyak interaksi sosial dan komunikasi, seperti di bidang penjualan, pemasaran, periklanan, hubungan masyarakat, atau manajemen, di mana kemampuan untuk berkomunikasi dan membangun hubungan sangat penting. 

2. Keterbukaan terhadap pengalaman: Dimensi ini mengukur sejauh mana seseorang terbuka terhadap ide-ide baru, pengalaman baru, dan berbagai cara berpikir. Individu dengan tingkat keterbukaan terhadap pengalaman yang tinggi cenderung imajinatif, kreatif, dan inovatif. 

Mereka menyukai tantangan intelektual dan memiliki minat yang luas, sehingga sering tertarik pada karir yang memungkinkan ekspresi kreatif dan pemikiran inovatif. Bidang seni, desain, penelitian, penulisan, dan pekerjaan kreatif lainnya biasanya menarik bagi mereka dengan sifat ini.

3. Kehati-hatian: Dimensi ini menunjukkan tingkat ketelitian, disiplin diri, dan keteraturan seseorang. Individu dengan skor tinggi dalam dimensi ini umumnya sangat terorganisir, teliti, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan. 

Mereka cenderung menikmati pekerjaan yang memerlukan perhatian terhadap detail, perencanaan yang cermat, dan pelaksanaan yang presisi. Karir seperti akuntansi, manajemen proyek, hukum, teknik, dan penelitian ilmiah sering menjadi pilihan yang baik untuk individu yang teliti. 

4. Kestabilan emosi: Juga dikenal sebagai neurotisisme, dimensi ini mengukur kecenderungan seseorang untuk mengalami emosi negatif seperti kecemasan, depresi, dan ketidakamanan. Individu dengan kestabilan emosi tinggi biasanya lebih tahan terhadap stres dan mampu menghadapi tantangan tanpa mudah terpengaruh oleh tekanan emosional. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun