Mohon tunggu...
Aliyanta Bintang Fachrurrozi
Aliyanta Bintang Fachrurrozi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Jika aku menulis maka aku ada

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pinjaman Online Semakin Jadi Ancaman, Mahasiswa UNNES GIAT 9 Melaksanakan Sosialisasi Pinjaman Online di Desa Jagalan

1 Agustus 2024   21:10 Diperbarui: 1 Agustus 2024   21:24 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Desa jagalan, Klaten -Persatuan Keluarga Kepala Keluarga (PKK) mengikuti sosialisasi mengenai pinjaman online yang diadakan oleh Mahasiswa KKN Giat 9 Desa Jagalan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pinjaman online kepada para ibu-ibu PKK agar mereka dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak dan aman. Banyak masyarakat yang belum waspada terhadap bahaya atau dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari adanya pinjaman online.


Narasumber dari Mahasiswa KKN Aliyanta Bintang Fachrurrozi memberikan banyak informasi mengenai bahayanya pinjaman online, memberikan penjelasan mendalam tentang cara kerja pinjaman online, termasuk mekanisme aplikasi, persyaratan, dan risiko yang mungkin dihadapi. Ia menghimbau ibu-ibu PKK untuk menghindari praktik-praktik yang merugikan.
"Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan penyedia layanan terdaftar di OJK. Selalu baca dengan teliti syarat dan ketentuan serta pastikan untuk memeriksa bunga dan biaya tambahan lainnya," tegas Ale.

Selama sesi tanya jawab, ibu-ibu tampak antusias dan banyak bertanya mengenai masalah spesifik seperti proses pengajuan, dampak dari keterlambatan pembayaran, dan perlindungan konsumen. Ibu-ibu memiliki peran yang sangat besar dalam menghentikan pinjaman online di dalam keluarga, maka dari itu mereka harus paham akan bahaya yang akan ditimbulkan agar keluarga bisa terhindar dari bahaya ancaman pinjaman online.


Dalam kegiatan ini juga dijelaskan juga tentang ciri-ciri dari pinjaman online illegal, mulai dari cek legalitas perusahaan hingga fee dan biaya tambahan yang sangat tinggi. Selain itu ia juga menjelaskan beberapa tips menghindari pinjaman online illegal, harapanya agar para hadirin dapat memahami dampak negatif dari menggunakan pinjaman online.
Ibu Barokah, salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mengikuti sosialisasi. "Saya merasa lebih paham sekarang tentang cara kerja pinjaman online dan apa yang harus diperhatikan. Ini sangat membantu karena kita sering dihadapkan pada situasi mendesak di mana pinjaman mungkin diperlukan," katanya.


Ale berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam pengelolaan keuangan keluarga dan membantu ibu-ibu PKK dalam membuat keputusan keuangan yang lebih terinformasi. Dan tidak gampang tergiur dengan adanya pinjaman online.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun