Mohon tunggu...
Saepiudin Syarif
Saepiudin Syarif Mohon Tunggu... Freelancer - Writer

Menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Rindu Kami pada Masjid

30 April 2020   10:23 Diperbarui: 30 April 2020   10:23 420
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: dokumen pribadi

Setiap tahunnya di malam-malam bulan Ramadan Masjid Istiqal ramai dipenuhi jamaah untuk melaksanakan shalat tarawih. Apalagi menjelang akhir Ramadan di mana banyak yang melakukan Itikaf di sepuluh hari terakhir.

Masjid Istiqlal adalah salah satu pilihan utama karena tempatnya yang luas dan lokasinya yang strategis. Tidak hanya jamaah dari sekitar Jabodetabek, bahkan tidak sedikit yang dari luar daerah bahkan luar pulau.

Istiqlal sebagai masjid terbesar di negara kita tercinta ini --yang juga menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara-- adalah masjid yang merupakan simbol Islam nasional juga peradaban Islam moderen di tanah air. Perannya cukup signifikan di era orde baru hingga sekarang ini.

Walau pun sebenarnya Masjid Istiqlal digagas oleh Presiden Soekarno pada masa orde lama dan pelaksanaan pemancangan pertama di tahun 1961 tapi kondisi politik dan keamanan negara yang tidak memungkinkan sehingga harus tertunda dan baru selesai dan diresmikan tahun 1978 oleh Presiden Soeharto di masa orde baru.

Kegiatan Masjid Istiqal di bulan Ramadan sangat semarak. Selain tarawih yang lengkap dibanding masjid-masjid lain sebab selalu ada kultum dan juga tilawah dari ustadz dan qori kelas nasional dan internasional. Selain itu juga ada kajian-kajian setelah dan sebelum shalat wajib dan kajian khusus dari para ulama dengan ilmu yang sudah tidak diragukan lagi.

Berada di dalam Istiqlal suasana sejuk dan damai terasa yang membawa kita pada kekhusuan beribadah. Dengan area yang luas, banyak jamaah yang berkelompok-kelompok kecil di berbagai sudut yang mengadakan kajian, diskusi agama, membaca Alqur'an dan lain sebagainya.

Setelah kegiatan berakhir menjelang tengah malam, maka jamaah beristirahat dengan merebahkan diri sekadar menghilangkan penat untuk tiduran sebentar sebelum bangun lagi di sepertiga malam untuk melakukan kajian dan shalat tahajud bersama hingga selesai shalat shubuh. Pemandangan dan pengalaman yang sungguh menggetarkan hati.

Akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negeri menyebabkan banyak masjid tutup untuk menghindari kerumunan massa yang menjadi pemicu penyebaran virus.

Kegiatan-kegiatan ibadah yang biasanya terkonsentrasi di masjid sekarang dilakukan di rumah. Kerinduan akan masjid sangat terasa. Setiap melewatinya hati dan langkah kaki sepertinya selalu ingin berkunjung ke dalamnya.

Semoga musibah ini cepat berlalu dan kita bisa kembali mengunjungi tempat selalu memberikan kesejukan dan kedamaian.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun