Setelah sukses Yamaha meluncurkan beberapa motor berjenis skuter otomatis yang kini memadati kota-kota besar di dunia, Kini pabrik motor berlogo garputala tersebut meluncurkan motor baru dengan desain retro, mengambil basic desain dari produksi motor Yamaha yang pertama YA-1 produksi 1955. Yang mana motor ini sebenarnya terinspirasi dari DKW RT 125 yang sudah ada dipasaran sebelumnya.
Motor yang 90% dibuat menggunakan bahan baku aluminium ini dinamai
Y125 Moegi, dengan berat 176 pound atau sekitar 80 kg ini mempunyai kapasitas mesin 125cc satu silinder 4 tak, yang terhubung melalui
simple belt drive dengan roda belakang berdiameter 20 inch. Dengan berpendingin udara, silinder pada Moegi ini menggunakan
teknologi DiASilm sebuah teknologi yang mampu mengurangi efek gesekan sehingga panas yang dihasilkan bisa tereduksi. Tidak lengkap bila kita membicarakan sebuah motor dengan teknologi terbaru dengan berapa boroskah konsumsi bahan bakarnya. Pihak Yamaha mengklaim  motor ini mampu menempuh jarak 188 mil (300km) per 1 galon (3,78 liter) bahan bakar. Ini sebuah daya jelajah yang lumayan
irit untuk motor bermesin 125cc. [caption id="attachment_162747" align="alignnone" width="600" caption="Deesain yang sangat minimalis"]
[/caption] Diluncurkan pada saat Tokyo Motor Show akhir 2011 lalu, Moegi ini mempunyai kelebihan juga pada sistem rangka yang dibuat secara
die cast, beda dengan motor-motor biasa yang dibeberapa tempat dilakukan pengelasan. Desain yang sangat minimalis, dengan tampang telanjang sehingga mesin terlihat jelas dari luar. Dengan kesederhanaan desain Moegi ini menjadikan motor sangat nyaman bila dilihat bersanding dengan sepeda kayuh biasa. Bisakah teman-teman
esemka membangun sepeda motor dengan desain seperti ini? Mungkin belum, tetapi saya yakin kemampunan mereka yg sudah profesional di Indonesia mampu membangun motor serupa. Kenapa Pemerintah melalui departemen terkait, dan didukung swasta tidak serius mengembangkan produksi dalam negeri. Saya yakin teman-teman yang bergerak didunia desain produk mampu membuat desain lebih bagus. Mungkin budaya malas dan rasa bangga terhadap produksi dalam negeri yang membuat minat berkreasi jadi berkurang. Kita tunggu kapan Y125 Moegi ini beredar luas di pasaran, semoga motor ini dijual mahal, sehingga budaya konsumtif masyarakat kita bisa terkoreksi, dan tidak menjadikan jalan raya semakin penuh dengan sepeda motor. Motor ini juga perlu sedikit perubahan desain bila jadi masuk ke Indonesia, lihat saja lampu belok dan kaca spion yang belum ditampilkan pada desainnya.
Semoga tulisan ini bermanfaat. [
@mbahTonno | Jakarta 22 Februari 2012 ]
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H
Lihat Otomotif Selengkapnya