Kala itu engkau menjaga ku tanpa perintah
Mengalunkan sajak-sajak indah tak terbantah seakan-akan aku adalah anugerah
Bahkan ketika rumor mengendap dengan sigapnya bertabah
Semula aku tak terperangkap karena sebelum ini percaya ku pernah terhentak
Namun konsistensi itu berjaya hingga benteng diri luluh-lantak
Perlahan ku mulai membuka hati, menyambut tuan baru
Hari-hari berlalu tanpa pilu, aku benar-benar terpukauÂ
Mata yang selalu melihat hingga telinga yang tak jemu mendengar
Engkau miliki keduanya
Begitu pun dengan kaki yang terus mengiringi hingga tangan yang tak henti menggenggam
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!