Hujan mencintai pelangi
tidak ingin kehilangan indah dispersinya yang membelah panah matahari menjadi jutaan gradasi warna-warna kehidupan yang hadir pada saat-saat terakhir.
Pelangi mencintai hujan
mencintai aroma petrikor yang dipanggilnya bangun dari permukaan bumi dan bias-bias airnya yang menyemai cahaya matahari dan memberinya nyawa hingga akhir.
Matahari mencintai keduanya
tanpa mengharap balasan
memberi mereka jiwa dan raga untuk terus saling mencintai hingga kosmis memisahkan.
Seperti orang ketiga yang memandang orang-orang yang dicintainya dari jauh
itu sudah cukup membuatnya bahagia.
---
kota daeng, 9 Mei 2020
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI