Mohon tunggu...
Yudha Adi Putra
Yudha Adi Putra Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Tidak Pernah Mati

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Masalah Promo Akhir Tahun

7 November 2022   15:25 Diperbarui: 7 November 2022   15:35 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Masalah Promo Akhir Tahun

Yudha Adi Putra

Duta Bahasa 2019

Ketua BEM Fakultas Teologi UKDW

Penulis Esai, Cerpen, dan Puisi

November sudah mendekati pertengahan, akhir tahun 2022 sudah semakin dekat. Fenomena yang menarik menjelang akhir tahun adalah banyaknya promo beredar. Ada promo baju sampai berbagai barang perabotan rumah tangga. 

Dalam masyarakat, saat ini juga muncul alasan asyik ketika membeli barang. "Belum sempat beli dulu, mumpung masih ada promo, harganya murah, beli satu dapat satu," mungkin menjadi alasan ketika masyarakat membeli barang. Itu juga berkaitan dengan cepatnya beredar produk di pasaran. 

Banyak beredar produk dengan berbagai pilihan juga menjadi fenomena menjelang akhir tahun. Fenomena tersebut juga ditambah dengan banyak promosi hingga pergerakan untuk memotivasi masyarakat supaya membeli. Dampaknya dirasakan bagi masyarakat, adanya gaji ke tigabelas akan cepat habis ketika tidak bijaksana dalam membelanjakan barang.

Perkembangan promo menjelang akhir tahun juga perlu diwaspadai sebagai maraknya budaya konsumtif. Masyarakat seolah dituntut untuk membeli dan pergerakan barang di pasaran begitu cepat dengan banyak pilihan. 

Ada kesan dimana dunia ini seperti berlari dengan berbagai pilihan barang yang harus dibeli. Gambaran dunia dengan banyak promosi menjelang akhir tahun merupakan implikasi dari kemajuan teknologi. 

Saat ini, promosi menjadi lebih mudah dan jangkauannya menjadi luas. Media sosial memberikan kesempatan untuk banyak pelaku bisnis menawarkan barang dagangannya. Tentu dengan aneka kreasi promo yang menarik supaya dibeli. Dalam keberadaan seperti ini, masyarakat tentu mudah sekali dipengaruhi apalagi ketika barangnya murah. Seolah menjadi psikologi sosial ketika ada banyak promo.

Strategi pemasaran dengan berbagai promo dinilai efektif untuk memberikan pengaruh dalam masyarakat berbelanja. Komunikasi yang terbangun juga mendekati persoalan masyarakat. Ada isu yang sedang hangat, lalu itu dikaitkan dengan promosi. 

Cara pandang masyarakat dibuat sedemikian rupa untuk dapat terpengaruh membeli. Ada kemunculan dengan diskon yang besar, diberikan di tanggal yang cantik, waktu promosi yang terbatas hingga bentuk kreasi dengan membawa pengaruh dari figur publik. 

Semua itu menjadi persoalan menjelang promo akhir tahun. Keresahan untuk segera membeli dengan mengikuti apa yang sedang populer dapat menjadi penyakit masyarakat. Sebuah masyarakat yang konsumtif.

Menjelang akhir tahun akan ada banyak promo. Bentuk promo yang paling mudah untuk membuat masyarakat menjadi konsumtif adalah harga yang murah. Setiap asumsi membawa pandangan dan pengaruh tersendiri dalam setiap promo menjelang akhir tahun. 

Fenomena promo akhir tahun tentu perlu disikapi dengan bijaksana. Memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan, bukan saja yang menjadi keinginan menjadi pedomann penting. 

Akan tetapi, nilai seperti itu seolah tidak berhasil ketika diperhadapkan dengan promo-promo yang semakin kreatif. Padahal, ketika menuruti apa yang menjadi promo akan menimbulkan dampak negatif. 

Selain masyarakat menjadi konsumtif, tentu akan ada mentalitas instan dalam menjalani kehidupan. Ketika semua menantikan ada promo, kemudahan dalam berbelanja tanpa memperhatikan kebutuhan menjadi masalah serius.

Masyarakat tentu diharuskan teliti dalam membeli. Promo akhir tahun biasanya identik dengan cuci gudang dan banyak pengaruh supaya barang cepat laku tanpa memperhatikan kualitas. 

Dasar moral untuk membeli barang yang dibutuhkan bukan yang diinginan memang menjadi pembelajaran penting. Ketika diperhadapkan dengan banyak promo, tentu ketelitian juga perlu. 

Tidak hanya menuruti apa yang menjadi promo, saat murah, dan mudah diakses saja. Melainkan pada kualitas barang yang dijual berdasarkan harga murah. 

Kemampuan masyarakat untuk dapat teliti dalam membeli barang dagangan menjadi pedoman dalam menghadapi banyaknya promo akhir tahun. Terlebih akan ada banyak informasi barang yang tidak sesuai dengan kenyataan. Semua itun hanya supaya masyarakat mau membeli.

Dalam hal ini, ketelitian menjadi perlu. Sehingga menghadapi promo akhir tahun masyarakat dapat bijaksana dan tidak konsumtif membeli apa yang tidak diperlukan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun