Mohon tunggu...
Peri Saputra
Peri Saputra Mohon Tunggu... Guru - Guru Bahasa Indonesia

Guru Bahasa Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Kurma

Ramadhan Bersama Keluarga Tercinta (H 3)

5 April 2022   16:56 Diperbarui: 5 April 2022   17:14 433
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Desain Pribadi: Canva

Ketika kisah ramadhan hari ketiga ini kutulis, alhamdulillah kota Lubuklinggau sedang di guyur hujan cukup lebat. Sebelum sholat asyar sore ini hari sudah mendung, mendung yang sangat berat. 

Benar saja ketika pergi ke Masjid kami berkejaran dengan hujan, kupacu sepeda motor milik istriku  dengan cukup cepat agar segera tiba di masjid, agar tak kehujanan. Memulai sholat asyar sore ini di ikuti dengan rintik-rintik hujan membuat sholat asyar kami semakin syahdu.

Hari senin merupakan hari pertama masuk sekolah setelah libur menyambut bulan suci Ramadhan, sedangkan jadwal ketiga jagoanku adalah selasa, kamis, dan sabtu. Karena masih dalam kondisi pandemi. 

Jadi jadwal sekolah mereka hanya tiga hari selama satu minggu. Selasa ini, merupakan awal dari ketiga buah hati kami masuk sekolah. Kuantarkan ketiganya sampai ke dalam pagar, memang kebahagiaan dan kesyahduan para orang tua adalah ketika mengantarkan putra dan putri kesekolah.

Sambil mengantarkan putra dan putri pergi kesekolah, ayah dan bunda bisa sambil bercerita kepada mereka. Begitu juga dengan ku, tak kulewatkan kesyahduan bersama mereka. "kagek baleknyo jam 9 kan dek" ucapku "tapi galak an baleknyo cepat bi" ujar kedua putraku. 

Ia ujarku kagek abi jemput yo ! ketika sampai di sekolah, kurapikan tas mereka satu persatu dan ketiganya mencium tanganku, hati-hati ya sayang! Kulepaskan putra putriku menuju kelasnya masing-masing. Sambil kulantunkan doa semoga apa yang dicita-citakan nantinya akan tercapai.

Tepat sebelum jam sembilan pagi, aku sudah berada di depan pagar sekolah mereka. Kedua putraku pulang nya serentak, tapi tidak dengan Yuk Ima, karena yuk Ima kelas enam maka pulangnya lebih lambat. 

Sekitar jam 10. Kusambut kedua putraku dengan senyum, ayok bang, dek, ujarku. Selama perjalanan pulang keduanya bercerita tentang aktivitas mereka bersama teman-temannya disekolah. Ada yang bermain, ada juga yang tidak berpuasa, hingga tugas untuk hari berikutnya.

Jam menunjukkan pukul dua belas nol-nol, aku masih berada di depan laptopku. Datanglah dek mamal, dan "Abi boleh dak mecah puaso sekali be"

Dalam hatiku merasa iba, tapi tak ku tunjukkan ke putraku. "sini dek abi gendong yo" lantas kugendong belakang. Karena badannya memang berisi, terpaksa harus gendong belakang. Aku sambil senyum-senyum  "bentar lagi abi dan tegendong lagi dengan adek ni" yuk "kito nonton sayang"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun