Edisi kedua pada tahun 2007, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel menambahkan elemen ke-10 dalam Elemen Jurnalisme. Elemen ke-10 ini ditambahkan menurut perkembangan yang terjadi dalam tubuh jurnalistik itu sendiri. Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya internet, menjadi fenomena terbaru dalam dunia jurnalisme.
Seperti yang dikatakan Mark Deuze (2009:24) seperti media ekologi kompleks yang baru, kita dapat melihat internet (dan semua apa yang kita lakukan secara online) sebagai manifestasi utama, ketika seseorang menggunakan teknologi yang semakin murah dan mudah untuk berpartisipasi aktif dalam pembuatan berita  mereka sendiri, dari menanggapi melalui email sampai menginformasikan berita terkini untuk di produksi secara kolektiv oleh citizen journalism.
Pada elemen ke-10 Kovach dan Rosenstiel menekankan bahwa, warga juga memiliki hak dan tanggung jawab dalam hal-hal yang terkait dengan berita. Karena warga bukan lagi sebagai konsumen berita tapi kini juga menjadi pembuat berita. Hal ini terlihat dari munculnya blog, kaskus, dll. Bahkan, tidak sedikit portal berita yang memberikan content khusus dalam web mereka untuk mempersilahkan warga meng-upload berita atau ulasan mereka masing-masing.
Jurnalisme Online saat ini tidak hanya datang dari kantor berita yang memiliki media online dan menyajikan di web mereka. Saat ini siapa pun bisa saja menulis berita di account blog masing-masing. Isinya pun beragam, mulai dari pengetahuan umum, unik, fotografi, buku harian online sampai berita aktual. Untuk memilih yang dapat dipercaya diserahkan kepada masing-masing pembaca untuk memiliki verifikasi sendiri. Ini juga merupakan salah satu contoh masyarakat bukanlah konsumen pasif dalam jurnalisme online.
Keuntungan Jurnalisme online:
1. Berita dengan segera dapat dikonsumsi oleh pembaca.
2. Pembaca bisa memilih berita yang ingin dibaca.
3. Semakin canggih alat elektronik, kemudahan untuk tersambung dengan jaringan internet saat ini, mempermudah pembaca mendapatkan berita dari media elektronik apapun. Contoh: laptop, handphone
4. Tidak memiliki batas panjang pendeknya berita, sehingga pembaca bisa memahami berita walau tidak mengikuti perkembangannya sejak awal.
5. Selain tulisan, video, gambar dan suara dapat melengkapi berita.
6. Pembaca dapat menanggapi berita yang mereka baca.