Mohon tunggu...
Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Mohon Tunggu... Editor - Spesialis nulis biografi, buku, rilis pers, dan media monitoring

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Kumandang Lagu Kebangsaan di Setu Cilodong

10 Maret 2017   17:00 Diperbarui: 11 Maret 2017   04:01 402
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Setu Cilodong/dok:Pribadi

PRESIDEN Joko Widodo kembali meminta agar stasiun televisi lebih rajin menyiarkan lagu-lagu kebangsaan. Bukan di jam sepi alias tengah malam, tetapi pada saat jam sibuk alias prime time. Permintaan Presiden itu tentu saja sangat positif guna menjaga rasa nasionalisme terutama bagi kalangan anak-anak dan remaja. Semua sudah paham bahwa peran televisi sangat besar membentuk karakter sebuah bangsa. Maka, Presiden kembali menegaskan keinginannya pada peringatan Hari Musik Nasional 2017 saat menjamu sejumlah penyanyi dan artis di Istana, Kamis (9/3).

Lalu, apa hubungannya dengan wisata Setu Cilodong? Mari kita simak. Setu Cilodong yang terletak di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, ini setiap pagi selalu mengawali hari dengan pemutaran lagu kebangsaan. Tentu saja yang pertama sekali diperdengarkan lewat pengeras suara yang mampu menembus radius hingga dua kilometer itu adalah Indonesia Raya, lagu kebangsaan kita. Selanjutnya, adalah lagu-lagu nasional yang mampu menggairahkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Ada juga lagu-lagu yang berasal dari berbagai daerah seperti Sinanggar Tullo maupun Lancang Kuning.

Tentu saja, pemutaran lagu yang rutin ini sangat bermanfaat, setidaknya bagi anak-anak di sekitar wisata. Mereka akhirnya jadi hafal tentang lagu-lagu daerah, yang selanjutnya mampu menumbuhkan rasa nasionalismenya kelak. Pemkot Depok sebagai pengelola wisata Setu Cilodong sudah sepantasnya mendapat apresiasi dari negara. Mungkin, hanya Setu Cilodong yang selalu rajin memutar lagu-lagu kebangsaan, meski statusnya sebagai tempat wisata.

Nah, dengan adanya keinginan Presiden agar setidaknya tempat-tempat publik rutin memutar lagu kebangsaan, ada baiknya belajar ke wisata Setu Cilodong. Sekadar informasi, Setu Cilodong yang seluas 10 hektar tidak jauh dari Jalan Raya Bogor, tepatnya berada di kawasan Markas Divif 1 Kostrad. Jika ingin berwisata ke sana, cukup bawa uang secukupnya saja. Sebab, arena permainan anak-anak seperti naik motor bebek keliling Setu dibanderol “goceng” saja. Tertarik?

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun