Pada hari Kamis tanggal 3 Februari 2022, Penyuluh Agama Islam mengadakan kunjungan kerja yang bertujuan untuk sosialisasi moderasi beragama ke Desa Kaliputih Kecamatan Selomerto. Â Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam yang beranggotakan 6 orang dipimpin oleh Drs. H. Ambyah menemui sejumlah tokoh lintas agama dari perwakilan berbagai kalangan seperti Islam, Nasrani, dan Budha yang difasilitasi oleh pemerintah Desa.
"Moderasi beragama diperlukan untuk menjalin keharmonisan antar agama. Selaku agama mayoritas, Islam harus bisa mengayomi berbagai agama minoritas di Indonesia." Ujar Drs. H. Ambyah mengawali sambutan.
Sambutan itu disambut baik oleh beberapa tokoh lintas agama dan perangkat desa di Kaliputih. Di sana keharmonisan berbagai agama telah terjalin di ranah sosial.
"Desa Kaliputih telah melakukan moderasi beragama dengan baik. Toleransi telah terjalin, seperti saat Idul Fitri, setelah selesai pelaksanaan shalat, orang-orang non muslim berbaris menunggu di luar masjid untuk sekadar menyalami dan ikut berbahagia pada hari raya tersebut, serta saling memaafkan. Umat minoritas telah dilindungi dengan baik, hal ini juga tidak lepas peran dari Pemerintah Desa yang menjunjung tinggi kesetaraan pada masyarakat." Abet, selaku perwakilan tokoh agama Nasrani menambahi.
Selain masalah toleransi, masyarakat Desa Kaliputih juga bahu-membahu dalam meyemarakkan kegiatan sosial berupa sedekah bumi setiap tanggal 1 Syuro. Kegiatan ini merupakan warisan budaya leluhur turun-temurun yang menyatukan seluruh manusia di sana dalam bingkai kearifan lokal. Kemajemukan bukan halangan untuk bersinergi dalam hubungan kemanusiaan.
Kesimpulan dari pertemuan tersebut bahwa semua yang hadir sepakat bahwa proses moderasi beragama adalah proses penyatuan manusia dalam bidang sosial, bukan pada ranah keyakinan individu perseorangan. Â Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H