Mohon tunggu...
Pahlevi Samawa
Pahlevi Samawa Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Puisi

4 Days the Beast

9 Juni 2017   22:52 Diperbarui: 9 Juni 2017   23:40 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Daku si buruk rupa, daku yang tak sempurna

Gila aku menggilaimu, gila aku mengharapmu

Mencari indah menjadikan sempurna, hanyalah mimpi dan angan belaka

Tidakkah kau memikirkan ini ? maka disini jiwaku sendiri

Coba kau potong nadiku, berdarahlah aku merah beku

Jika lautan biru, disitu inginmu berlabu

Bukanlah aku, tempatmu berteduh

Aku si using nan berdebu, tak ingin hilang senyummu yang dulu

Hingga mataku lunglai sayu, tak ingin hilang seutuhmu dalam kalbu

Seribu bintang menemani, butiran halus pasi ini

Dating dan hilang tertiup angina, desiran ombak menemani

Gelap dan sunyi, laut tenang

Bagai cermin raksasa, diatas bumi

Hanya menilai dan memandang yang lain, cobalah nilai aku sebagai kamu

Ramai … bising …  hancur …  banting …  diam … anjing … debu … pasir … genggam … pergi ….

Apa guna aku disini, hanya menjadi yang tersisir

Melangkah dan pergi, lalu kembali

Katanya mentaripun sendiri, tapi ia jauh lebih berarti

Jika begitu, jadikan aku dwi mentari

Seing aku mencoba menyainginya, sering aku merasa lebih baik darinya

Dan ku coba untuk membuktikannya, tapi semua itu hanya mempermalukan daku saja

Berkerut keningku, tak tertahan emosiku

Merah wajahku, kutahan amarahku

Begitu malu aku memandangmu, berat kelopak mataku tuk melihatmu

Hanya tertunduk, hanya berkecap

Hanya suara hela nafasku yang terdengar

Begitu sulit aku menggapaimu.

(R.V)         

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun