Jarak yang memotong jembatan cinta
Tak selamanya menghadang langkah
Untuk tidur di atas bulan
Tapi seharusnya menghadapkan
Doa-doa menuju cinta Tuhan
Kita memang jauh dari pelupuk mata
Bahkan nama kita tak bisa dieja
Oleh runutnya rindu
Yang selama ini kita rasa
Tapi bersabarlah
Karena bukan berarti kau tak bersamaku lagi.
Sebelum kau pergi
Sebagian jiwamu kusematkan dalam puisi
Agar pagi hari yang kuselimuti
Tetap hangat oleh puisi
Kopi
Dan cerita saling menanti
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI