Bagaimana rasanya mengemban status jomlo di bulan ramadan, adakah Anda bersemak hati?
Saya doakan, semoga Anda yang masih sendiri segera dimudahkan jalannya untuk berganti status. Habis ramadan, bulan Sunnah menikah, kan? Sik asiiik.
Kemarin, saya terkesan dengan salah seorang teman yang menyumbangkan pantun daerah untuk blog pribadi saya. Entah maksudnya menyindir saya atau sekadar ingin menguatkan kesendiriannya sendiri, ia mengirimkan saya pantun bahasa Curup yang cukup ngena.
Pai ke stadion nak beli sate
Pas nyampe adonyo cuma sayur
Percuma kau nyari mete
Kalo cuma untuk bangunkan saur
Dalam bahasa Indonesia, pai berarti pergi, mete berarti pacar, dan saur berarti sahur. Jadi, ada yang perlu digarisbawah, kan? Ya, "percuma mencari pacar kalau hanya untuk bangunkan sahur." Hayooo, adakah di antara pembaca sekalian yang sudah terlanjur dapat?
Jika kita sorot kebiasaan ramadan tahun lalu, tidak sedikit ABG jomlo yang bergerilya mencari pacar jelang puasa tiba. Keinginan ini seringkali mereka proklamirkan di media sosial sembari berharap, kalau-kalau ada seseorang yang mau menemani mereka menjalankan ibadah puasa.
Dari sudut pandang ABG, ibadah puasa tentu macam-macam. Dimulai dari sahur, ada yang bangunin. Ngabuburit dan buka puasa bersama, ada yang nemenin. Begitu pula dengan aktivitas penghabis waktu kosong lainnya.
Syukur-syukur pacarannya nyampe lebaran, biasanya kan kandas di akhir minggu? Uppss, sabar. Saya turut berduka cita. Hohoho
Cinta monyet memang kisahnya selalu demikian. Gonta-ganti, putus-nyambung, tapi tidak sedikit pula yang sampai ke pelaminan. Beruntunglah pasangan yang sampai ke pelaminan, jalur dosanya terputus, kan? lagi-lagi, yang diputusin makin kasihan. Hemm
Tapi, itu hanyalah secarik kisah lampau yang barangkali belum akan terulang lagi di ramadan tahun ini. Terang saja, Covid-19 seakan sudah mengambil nikmat-nikmat kebersamaan di bulan puasa hingganya kita harus merenung dan menata diri atas banyaknya dosa.
Jangankan mau bicara buka bersama, ngabuburit atau jalan-jalan sore bersama pacar, menjalankan ibadah Tarawih ke masjid saja kita sudah kesusahan. Rasanya kita sedang terkurung di rumah, bosan, tidak enak. Apalagi jomlo!
Meski demikian, bagaimanapun keadaannya kita harus tetap bersyukur dan semangat menjalankan ibadah puasa. Bersyukur karena kita masih diberikan kesempatan umur, dan semangat karena kita sedang berpijak di bulan yang penuh kemuliaan.
Jomlo atau sudah menikah, tidaklah jadi soal. Itu urusan Allah bersama Takdir Mubram-Nya. Takdir jodoh sudah ditentukan, siapapun dia kita akan segera tahu jika takdir itu telah tiba.