Mohon tunggu...
SANTOSO Mahargono
SANTOSO Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan - Penggemar Puisi, Cerpen, Pentigraf, Jalan sehat, Lari-lari dan Gowes

Pada mulanya cinta adalah puisi. Baitnya dipetik dari hati yang berbunga

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Doa Usia Lacur

10 Juni 2020   07:28 Diperbarui: 10 Juni 2020   14:05 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
www.inspiradata.com

Tuhan,
Aku ingin terus hidup
Melakukan apa saja
Menggenapi angka terbilang 
Usia lacur meniti tahun
Dunia berharga 

Lihatlah,
Tanganku sudah kucuci sabun
jangan dekatkan wabah padaku
Enyahlah kau wabah!
Menjauhlah ke ujung mentari
Sekalian terbakar menghanguskan badai, gempa, celaka
dan bencana yang mengular
 
Tuhan menjawab:
"Sucikan tanganmu, tengadah padaku. Pandanglah wajahku"

SINGOSARI, 10 Juni 2020

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun