"Bulan Teriq Tipaq Iwaq."
Peribahasa yang disampaikan dalam bahasa Sasak yang bermakna, "Bulan Jatuh ke Pangkuan" itu dapat diartikan sebagai "Mendapatkan Keberuntungan" dan kalimat itu sepertinya cukup menggambarkan apa yang dirasakan oleh penduduk Nusa Tenggara Barat yang dianugerahi panorama yang sedemikian indah.
Ada banyak kawasan wisata di NTB yang sejak lama digandrungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Mandalika, kawasan seluas 20 ribu hektare yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah adalah salah satunya.
Sejak 2017, tempat yang namanya diambil dari nama seorang putri dalam cerita rakyat ini bahkan sudah resmi ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
Tak hanya itu, bersama Borobudur, Labuan Baju, Likupang dan Danau Toba, kini Mandalika juga sudah dikukuhkan sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas/Destination Super Priority atau DSP Mandalika yang keputusan ini diinstruksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
Memangnya, apa saja keiistimewaan dari Mandalika ini?
Secuil Surga Dunia di Indonesia
Dari Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Majid (LOP), untuk ke Mandalika, jaraknya sekitar 24 km. Tidak terlalu jauh, namun dengan adanya Jalan Utama Bypass yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) jarak tempuh dari bandara ke Mandalika yang tadinya memakan waktu hingga 45 menit kini dapat dijangkau dalam waktu 15 menit saja.
Tentu saja ini dilakukan untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Ada banyak tempat wisata alam yang ditawarkan di sekitaran Mandalika. Bagi saya yang tinggal di provinsi yang tak memiliki pantai, tentu saja kawasan pantainya terasa mewah.