Ada 3 Fase yang menurut saya membuat (sebagian) banyak orang mengalami perubahan, yaitu saat usia baligh /puber (mungkin buat wanita itu datang bulan pertama), bagi pria pita suara hilang dan berubah menjadi remaja Yang kedua saat berusia 17 tahun, dimana saat itu kita merasa sudah menjadi remaja yang sebenarnya dan merasa sangat bangga, sah untuk melakukan banyak hal , namun bagaimana dengan usia 40?
Life is begin at 40 ? menurut opini saya lebih tepat kalau ditambahkan hey, get real you are 40 (instead of remind lebih menjudge), banyak kegelisahan yang hampir dirasakan setiap orang, bagaimana tidak, usia 40 menjadi tolak ukur bahwa seseorang memasuki usia 40, mapan, berkeluarga. Tidak muda dan dimulainya gejala penyakitbagi yang tidak bisa menjaga badan dan kesehatan, wanita pasti akan berusaha sekali terlihat cantik ,ada yang ingin terlihat muda, kenceng, segar atau malah sebaliknya ingin terlihat seperti ibu pejabat, ..biasanya di usia 40 predikat yang konotasinya kurang baik sudah harus diubah/tobat sebelum terlambat puff.....hrrrr
Beda di luar dengan di Indo
Lihat saja artis artis barat, semakin tua semakin charming, Heather Loackler, Terry Hatcher, Madonna, Demi Moore, Liam Neeson, Pierce Brosnan, Sean conary, Kevin Costner…ketimbang artis Indonesia yang biasanya lebih jadi bapak/ibu atau ( maaf) jadi biasa di sinetron atau jadi anggota dewan biar tetep eksis karena sudah tidak laku. Kehidupan orang socialita pun lebih banyak dibalik layar ketika sudah tidak terlalu laris manis di atas panggung…penonton sudah bosan dan walaupun tampil, kesannya dipaksakan contohnya Project P, terlihat sekali dipaksakan agar terlihat lucu dan imut, yang dapat bertahan lama sejauh ini hanya Srimulat
Lihat juga industri perfilman, musik, olahraga, model, artis, kemana mereka yang sudah menjelang sepuh? saya rindu ingin melihat sosok penyanyi mateng di elu elukan di atas panggung, sekelas almarhum Chrisye, Broery. atau aktor sekelas Deddy Mizwar dan Roy Marten bermain di film layar lebar lagi....generasi mereka yang masih ada biasanya bermain di belakang layar atau beralih memiliki usaha sendiri, yang sedikit menyedihkan para pejuang olah raga, selain menjadi pelatih mereka tampaknya (agak) dilupakan
Ada yang salah dengan Tua di Indonesia?
Tidak salah karena semua melewatinya, tapi lihat saja apabila kita melamar kerja apalagi untuk level dibawah manager akan menjadi pertimbangan..bahkan HRD akan memilih semuda mungkin dengan alasan bisa di training maupun di gaji rendah, beberapa leval aman untuk posisi (bukan expert) adalah Senior Manager, Sales Marketing dan consultant
Di luar negri kita bisa lihat reception atau waiter berumur, seandainya memasuki usia senja mereka tetap produktif di belakang layar, sepintas kita melihat pahit banget ya udah tua tetep kerja , kita bilang kasihan,,,enggak seperti sebagian di Indonesia, yang bisa mengandalkan anak, atau siapapun, intinya orang luar cenderung lebih mandiri, walaupun generasi sekarang banyak yang sudah mandiri dan "uang" yang bekerja untuk mereka,
Mungkin yang saya lihat kita termasuk beruntung, di usia 40an, kebanyakan orang (sudah diberi kesadaran untuk memperbanyak amal , mengurangi dosa paling tidak, menabung sebelum kena azab kubur atau hari pembalasan) parah euy... serem amat yak,,,
Begitulah, suka atau tidak, kita tinggal di Negara yang penuh kepo, melihat semua diukur dengan kesempurnaan, sementara lupa dengan diri sendiri yang penuh dengan kekurangan. Iklim kita jauh beda dengan barat, yang menikmati hidup…,semua orang akan mengalami usia 40 yang di identikan dengan istilah TUA,, paling kalau muda,,,,,tutup wafat usia 40-an oh masih muda ya ? anak berapa? Posisi kerjanya apa sekarang? kalau sukses diusia 40 atau lebih, memang sewajarnya.....lagi lagi penghargaan itu makin berkurang :)
Well.. opini ini tidak salah namun tidak betul...hanya pandangan saja.paling tidak ini yang saya amati disini
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI