Mohon tunggu...
Nyayu Fatimah Zahroh
Nyayu Fatimah Zahroh Mohon Tunggu... Ilmuwan - Everything starts from my eyes

Coba sekekali lihat ke langit setiap hari, dan rasakan betapa membahagiakannya \r\n\r\nhttp://nyayufatimahzahroh.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jokowi Masih Saja Berevolusi Mental

15 Desember 2015   16:39 Diperbarui: 15 Desember 2015   17:41 378
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Makan siang bersama Pak Presiden (dok. sekneg)"][/caption]

Pada jumat siang (11/12) saya sedang berada di perpustakaan BPPT Gedung 2 lantai 4, berniat ingin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan. Tiba-tiba saja di tengah keheningan perpustakaan, handphone saya bergetar. Nomor yang terhubung sepertinya nomor kantor karena diawali dengan +62 21... Langsung saja saya angkat telepon tersebut. Pikir saya, kalau bukan dari urusan kantor atau urusan penting, maka yang menelpon adalah dari pihak bank atau asuransi yang sedang menawarkan produk-produknya. Gampang saja, jika itu dari bank maka saya langsung jawab “Maaf saya sedang sibuk”.

Terdengar suara seorang pria berumuran 20 tahunan menyapa saya di ujung sambungan telepon disana. Halo... Sambil memastikan keterangan nama saya, pria muda yang mengaku bernama Ardhi dari Kompasiana tersebut mengundang saya untuk makan siang di Istana Negara bersama Presiden Indonesia Joko Widodo. Senyum pun tersungging di pipiku. Mimpi apa aku semalam. Rasanya saya tidak pernah bermimpi bertemu pak presiden tetapi ini merupakan hal yang luar biasa. Ardhi menjelaskan tentang acara tersebut yang merupakan bagian dari rangkaian acara Kompasianival yang diadakan esok hari.

Pakai baju apa? Batik. Boleh pakai jeans? Tidak boleh. Oiya, boleh bawa suami? Kalau suaminya tidak diundang maka tidak boleh. Apa alasannya? Jam 9 harus sudah ada di gandaria city yaa.

Tak sempat saya memikirkan baju apa yang mau dipakai. Apa harus beli malam ini? Namanya juga perempuan. Tapi saya memutuskan untuk mengenakan baju yang sudah ada saja. Asalkan rapi.

Saya dan suami memang merencanakan untuk menghadiri acara kopdar terbesar Kompasianer. Saya sudah mendaftarkan diri via online dan email balasanpun saya terima yang berupa QR Code untuk registrasi saat di TKP. Rasanya tanggal 12 Desember itu lama sekali sejak saya mendaftar di bulan Oktober. Acara ini saya tunggu-tunggu karena tahun kemarin yang tidak sempat hadir karena sedang sakit. Rencana ini sempat dibatalkan karena ada acara mendadak yang memang tidak bisa gantikan. Tetapi Allah memang berkata lain, saya tetap diijinkan untuk mengikuti Kompasianival dan bonusnya adalah makan siang bersama dengan bapak no 1 di Indonesia.

...

Sesekali saya melirik jam tangan dan melihat jarum panjang berada di angka 4 dan jarum pendeknya di angka 9 lewat. Saya sudah terlambat. Bagaimana kalau tertinggal? Ngga jadi dong ke istananya makan bareng presiden? Ah.. mungkin mereka ngaret. Kesempatan ini kan belum tentu datang dua kali. Tapi saya harus berpikir positif. Kalau memang jodoh bertemu presiden, semesta akan mendukung.

Benar saja, pas saya dan suami sampai di Gandaria City tepat di lokasi Kompasianival di langsungkan, MC sedang membagi-bagikan undangan resmi yang diberikan oleh Sekretaris Negara dalam rangka undangan makan siang. Mereka belum berangkat. Di depan pintu masuk, saya sempat berbincang dengan mas is (atau orang-orang lebih mengenalnya isjet), seputar pekerjaan yang kini saya sedang saya jalani. Bincang-bincang kami harus terpotong karena nama saya dipanggil oleh MC untuk menerima undangan tersebut.

...

Memang tidak bisa disalahkan atas penentuan 100 orang yang terpilih untuk mengikuti makan siang bersama pak Presiden karena penentuan ini benar-benar mendadak. Orang-orang yang dipilih pun bisa jadi cenderung subjektif. Tetapi saya sangat menghargai kepada pihak Kompasiana yang memilih karena saya tahu hal ini sangatlah tidak mudah. Di rencana awal, pak presiden akan membuka langsung acara Kompasianival 2015 di Gandaria city. Apa daya jika Pak presiden berhalangan untuk menghadiri acara tersebut secara mendadak. Dan saya pun yakin, pihak Kompasiana tidak bermaksud pilih kasih kepada Kompasianer-kompasianer setianya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun