Mohon tunggu...
NuryadinFadli
NuryadinFadli Mohon Tunggu... Administrasi - Guru

senantiasa belajar menemukan hal baru

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Singkong sebagai Pangan Lokal Favorit

19 Oktober 2023   14:42 Diperbarui: 19 Oktober 2023   16:44 106
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Nature. Sumber ilustrasi: Unsplash

Tanaman pangan favorit saya adalah singkong dan pisang. Selain mengenyangkan, singkong juga mudah di tanam di belakang rumah dengan luas lahan seberapapun. 

Disamping itu singkong tidak perlu dipupuk, cukup ditanam di lahan yang subur, cukup air, tidak perlu disiram karena  langsung disiram oleh sang penguasa alam, Allah SWT melalui air hujan.

Untuk pengolahannya pun sederhana, singkong bisa di kukus, bisa juga di goreng atau dibuat panganan lokal lainnya sesuai kue khas daerah masing masing di indonesia. sangat cocok untuk camilan teman ngopi, atau pengganti nasi yang lebih menyehatkan karena banyak mengandung nilai gizi dan bebas pestisida. 

Berbeda dengan menanam padi yang dalam masa tanamnya selalu diguyur dan disiram dengan segala macam obat, mulai dari obat hama supaya padi tahan terhadap serangan hama, obat buah supaya padi memiliki buah yang ranum, obat batang yang fungsinya supaya batang padi memiliki ketahanan terhadap hama. 

Singkong sependek pengetahuan saya tidak pernah diberi rabuk atau obat obatan, atau mungkin di tempat lain dikasih rabuk dan obat-obatan, saya kurang begitu faham. Yang jelas setiap kali saya menanam singkong cukup dengan mengkondisikan tanah yang akan di tanami singkong, setelah terkondisi barulah potongan-potongan batang singkong ditancapkan di tanah, ditunggu beberapa bulan dan insyaalah tinggal menunggu hasil panennya. 

Demikian juga dengan pisang, tinggal menanam satu pohon anakan pisang di dalam lubang tanah yang tidak terlalu dalam, pisang akan tumbuh dengan sendirinya. Dari satu yang ditanam akan tumbuh tunas tunas pisang yang jumlahnya berlipat lipat banyaknya. 

Cukup sekali menanam dan pisang itu entah sampai kapan akan selalu berbuah tanpa perlu di rabuk dan diberi obat obatan. Betapa mudah dan murahnya karunia Tuhan Yang Maha Esa untuk kita manusia tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Baik pisang maupun singkong sangat baik bagi orang yang mau membatasi karbohidrat dari nasi putih.  

Soal ketahanan pangan sangat berkaitan erat dengan mental seseorang atau mental sebuah masyarakat. Yang saya lihat di desa-desa banyak lahan kosong yang masih belum ditanami panganan lokal apapun dan dibiarkan kosong begitu saja. Kerajinan dan semangat untuk memperoleh tambahan bahan makanan untuk ketahanan pangan keluarga sangat diperlukan dalam hal ini. 

Bukan soal hidup kaya atau miskin, terkadang yang hidup sederhana sekalipun dan memiliki sebidang tanah cocok untuk tanaman pangan lokal, malas untuk menggarapnya. mungkin disinilah peran pemerintah untuk terus mensosialisasikan pentingnya memiliki ketahanan pangan sebagai tambahan makanan buat keluarga.  

Budaya serba membeli bahkan pangan untuk tanaman sederhana sekalipun misalnya tanaman jenis kunir dan jahe yang mudah dibudidayakan di desa, terkadang tidak semua orang mau menanamnya dan bukan semata karena tidak punya lahan atau waktu menanamnya. Tetapi terkadang lebih kepada malas untuk menanamnya dan lebih baik membeli. 

Coba kita amati, banyak sekali buah-buahan yang sejatinya di Negeri yang subur dan kita cintai ini pastinya bisa ditanam, tetapi justru malah di impor dari negara-negara mitra dagang indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun