Sebagai sebuah pameran besar kriya, Pameran UNDAGI memang dikonsep untuk menampilkan 4 jenis karya, yakni tradisional, modern, populer dan kontemporer. Ini menunjukkan bahwa UNDAGI ingin menampilkan dan mengapresiasi karya-karya terdahulu sampai era kekinian.
Karya tradisional yang akan dipamerkan dalam UNDAGI 2025 adalah keris dan tombak karya Empu KRT. Subandi Supaningrat dari Surakarta. Beliau lahir pada Tahun 1957 (67 tahun yang lalu), dan belajar tentang keris pada usia 22 tahun. Pensiunan pegawai ISI Surakarta ini telah mendapatkan banyak penghargaan terkait karya kerisnya.
Seperti kita ketahui, bahwa keris dan tombak merupakan karya adi luhung yang tak hanya menampilkan nilai artistik secara tangible, tapi juga dari sisi intangible.
Di pameran ini, Askrina (Asosiasi Kriyawan Republik Indonesia) sebagai penyelenggara UNDAGI 2025 mempunyai misi untuk melestarikan budaya tradisional Indonesia yang penuh dengan makna. Bagaimanapun generasi muda harus selalu diingatkan, bahwa leluhur kita telah menitipkan pesan-pesan moralnya pada karya kriya tradisional berbentuk keris dan tombak.
Tak hanya secara fisik sebuah keris atau tombak akan menampakkan keahlian metalurgi dari nenek moyang kita, tetapi juga kaya akan simbol-simbol dalam sebuah karya tradisional. Inilah yang juga menjadi kebanggan kita sebagai orang Timur, karena dengan simbol-simbol tersebut menjadi penanda kecerdasan yang telah dicapai oleh leluhur kita.
Mau melihat seperti apa detail karya tradisional keris dan tombak karya Empu KRT. Subandi Supaningrat? Jelas tak cukup dibayangkan. Karena hanya datang ke Pameran UNDAGI 2025 solusinya. ***
Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H