"Misi kita adalah mengambil sampah apapun, kecuali kayu dan botol kaca yang ada talinya," begitulah arahan ketua grup 3.
"OK. Dan sebagian kita tak guna kasut nih, Bang. Tak semua boleh masuk ke tempat yang basah," sahut salah seorang anggota grup.
"Tak ada masalah. Yang guna kasut macam ni (sepatu boot) boleh masuk ke pokok mangrove. Yang tak guna boleh ambik sampah dekat temapt-tempat yang tidak basah," ketua grup kami memberikan penjelasan.
"Siap!"
"Tapi sebelum tu, kita akan tanam pokok bakau. Jom ikut saya," ajak ketua grup 3.
"Let's go!"
Kami menanam pohon bakau dan membersihkan sampah-sampah yang berceceran di antara akar bakau.
Banyak sampah-sampah itu. Nampaknya dari orang-orang yang menaiki kapal, bukan sampah oleh pengunjung wisata. Botol plastik, sandal yang cuma sebelah, bungsus makanan plastik, sedotan, kain, dan jenis-jenis sampah lain. Kami ambil sedapat mungkin. Grup 3 dapat mengumpulkan 9 kantong kresek besar.
Setiap kantong sampah yang telah berhasil dikumpulkan oleh masing-masing grup ditimbang untuk kemudian diperingkat. Pemenangnya mendapat hadiah yang spesial di akhir acara.
Grup kami memperoleh 79 kg sampah. Dan juaranya adalah grup lain dengan sampah yang terkumpul sebanyak 114 kg. Grup kami dapat juara 5. Luamayan. Semuanya dapat hampers makanan dan minuman, cuma beda ukuran. Sementara juara 1 dapat berfoto bersama pihak Tourism Malaysia dan VIP di atas panggung.Â