Menurut keterangan Mukhlis, berawal Komandan Kompi Satgas Yonif 132/BS Kapten Inf HB. Sitepu memberikan arahan dan himbauan kepada warga perbatasan Desa Sipiluk, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, tentang bela Negara dan kepemilikan senjata api, yang dilakukan di Kantor Desa Sipiluk saat itu didampingi langsung oleh Kepala Desa Sipiluk Edirudin, terangnya.
 Selain itu, karena warga perbatasan merasa terbantu dengan keberadaan Satgas, juga saat itu diberi arahan oleh Kades Sipiluk akhirnya beberapa warganya mengakui masih menyimpan senpi di rumahnya masing-masing, kata Wadansatgas yonif 132/BS Kapten Inf Farid Heru Puriyanto yang disampaikan kepada Kapendam XII/Tpr.
 Kemudian. Lanjut Kapen, Kades Sipiluk Edirudin pada tanggal 21 Juni 2015 mengundang Wakil Komandan Satuan Tugas Yonif 132/BS Kapten Inf Farid Heru Puriyanto, ke Balai Desa Sipiluk dalam rangka penyerahan Senjata Api Rakitan sejumlah 17 pucuk, diserahkan oleh warga sipiluk yang disaksikan oleh Kades, penyerahan senpi tersebut dengan penuh kesadaran dan tanpa ada paksaan, jelasnya.
 Untuk barang bukti, sebanyak 17 pucuk senjata api rakitan sekarang sudah diamankan di pos Kout Senaning dan akan dikirimkan ke pos Kotis. Warga perbatasan RI-Malaysia khususnya daerah Sintang semakin sadar atas bahaya kepemilikan senjata api secara ilegal, selain membahayakan diri sendiri dan orang lain juga melanggar undang-undang, Pungkas Kapendam XII/Tpr Kolonel Inf Mukhlis.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H