Mohon tunggu...
Nur Khofifah Novita Sari
Nur Khofifah Novita Sari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Tiang Alit

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

KKN MIT DR Ke-12 UIN Walisongo: Toleransi Idul Adha di Kota Semarang, Umat Non Islam Bantu dan Dapat Daging Kurban

5 Agustus 2021   12:48 Diperbarui: 5 Agustus 2021   16:35 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mahasiswa KKN MIT DR KE-12 UIN walisongo Semarang -Toleransi antar umat beragama di Kota Semarang terutama di Kota Semarang bagian Timur patut menjadi contoh. Kota Semarang bukan saja terkenal dengan Kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia, tetapi juga kerukunan antar umat beragama.
Di Hari Raya Idul Adha 1442 H, Selasa (20/07/2021), Masjid Al-Jannah tahun ini alhamdulillah mendapatkan amanat hewan kurban sebanyak 3 ekor kambing. Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, Pada tahun inilah Masjid Al-Jannah mendapatkan amanat hewan kurban paling sedikit, Jika tahun-tahun sebelumnya bisa mendapatkan amanat hewan kurban sebanyak 7-9 ekor kambing.
Di Masa pandemi Covid -- 19 seperti saat sekarang ini semua kegiatan sosial harus dapat membatasi mobilitas dan memperketat kerumunan. Sama Halnya pada proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Jannah juga memperketat kerumunan. Panitia yang bertugas hanya orang-orang tertentu saja dan alhamdulillah lokasi Masjid Al-Jannah sejauh ini tergolong pada Zona Hijau, Insyaallah tetap aman dan sehat semua.
Jama'ah Masjid Al-Jannah bukan saja membagikan hewan kurban kepada fakir miskin beragama Islam, tetapi juga bagi umat non muslim, semua mendapatkan paket daging kurban dari panitia di Masjid setempat. Penduduk yang tercatat tinggal di sekitar Masjid Al-Jannah tepatnya di Kp. Sumur Umbul Jl. Raden Patah Kelurahan Mlatibaru adalah kurang lebih sebanyak 60 anggota Kartu Keluarga (KK).
Uniknya, Umat Non Islam yang ada di wilayah kampung Sumur Umbul pun turut membantu umat Muslim di Masjid Al-Jannah dalam proses memotong dan membagikan hewan kurban. Kerja sama dan toleransi antarumat beragama ini sudah di bangun sejak jaman dahulu.
"Semua warga entah yang beragama Islam maupun Non Islam semua akan mendapatkan jatah daging hewan kurban. Semua di bagi rata. Jika warga yang beragama Islam mendapatkan 1 ons maka warga Non Muslim juga mendapatkan porsi yang sama, kita tidak mengurangi maupun menambahi. Ini pure sebagai bentuk toleransi antar umat beragama." Ujar Ketua Takmir Masjid Al-Jannah, Bapak Mashar Albilal.
Sementara Bapak Setyo Safari selaku ketua RT 05 RW 05 Kelurahan Mlatibaru Kecamatan Semarang Timur, menambahi jika toleransi seperti ini sudah dilakukan sejak dahulu.
"Toleransi beragama seperti ini sudah berjalan sejak dahulu, jadi sampai sekarang kita usahakan tetap berjalan. Karena hal baik itu perlu dilestarikan." Ungkapnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun