Nama Kelompok:
·Chaca Nopian
·Dita Ratna U
·Ika Maryanti
·Mardian Adi
·Mega Kemala
·Nur Rizky
·Sholihah
·Tini Endang
·Yulasrini Kurniawan
“DUA ANAK LEBIH BAIK “ pasti sudah tidak asing dengan slogan yang satu ini. ya, itu adalah slogan yang dibuat oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN ) . Lembaga resmi pemerintah yang didirikan oleh pemerintah untuk mengatur kependudukan di negara kita Indonesia.
Yang kita sudah ketahui bahwa penduduk Indonesia sudah sangat membludak. menurut penghitungan di tahun 2013 penduduk Indonesia sudah mencapai250 juta jiwa, itu yang sudah terdata, bagaimana jika ditambah orang-orang belum terdata? akan bagaimanakan Indonesia.
Untuk itu dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasioanal (BKKBN) mengupayakan dan mengusahakan agar angka kelahiran dan resiko penambahan penduduk di Indonesia akan bisa diminimalisasikan.
Pada kesempatan ini kami mendapat tugas dari Bapak Thamrin Dahlan selaku dosen kami dalam mata ajar Pelayanan Prima.dan kami memilih BKKBN untuk tugas kami dalam mengetahui pelayanan publik seperti apa yang diberikan oleh BKKBN untuk bisa dan berupaya agar menyakinkan masyarakat bahwa dengan program ber KB itu lebih baik.
Beliau menjelaskan bahwa BKKBN tidak hanya melayani dan mengurusi dibagian KB saja, tapi ternyata BKKBN juga melayani pelayanan bagi ibu dan anak, dampak kontrasepsi dan kerumahtanggaan. Beliau menginformasikan bahwa BKKBN mempunyai dua jalur yaitu jalur pemerintah dan jalur swasta untuk melayani masyarakat . Ibu Endang merujuk kami ke salah satu dokter yang bertugas sebagai dokter yang langsung terjun kemasyarakat dalam bidang KB dari segi kesehatannya.
Dalam penyediaan alat kontrasepsi yang disediakan oleh BKKBN, BKKBN biasanya menyediakan melalui tender-tender, hal ini dilkuakn agar meminimalisasikan KNN di kalangan penyediaan alkon.
Dokter tersebut bernama Dr.Nia Reviani,MAPS beliau menjelaskan kepada kami bahwa slogan BKKBN bukan “Dua Anak Lebih Baik” tetapi sudah berganti nama menjadi “DUA ANAK CUKUP “ hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang mengsalah artikan makna tersebut atau memplesetkan slogan tersebut menjadi “DUA ANAK, LEBIH BAIK “. Mungkin banyak pertanyaan kenapa harus 2 anak ? jawaban yang diberikan oleh pihak BKKBN adalah karena mayoritas orang Indonesia, dilihat dari status ekonomikeluaraga Indonesiaa, 2 anak itu sudah mencukupi laki-laki atau perempuan dapat disesuaikan, dan dari segi keuangan juga tidak terlalu terbebani.
Dalam pendistribusian alat kontrasepsi BKKBN pusat mengirimkan alat kontrasepsi ke provinsi, setelah itu provinsi mendistribusikan ke kabupaten kota masing-masing. BKKBN juga mempunyai tim penjaga mutu untuk mengawasi kualitas KB,dan akan menyediakan alat kontrasespsi yang akan di subsidikan kepada masyarakat.dimana BKKBN bekerja sama dengan POLRI, TNI dan tenaga kesehatan. BKKBN juga dapat mendistribusikan kepada alat kontrasepsi kepada bidan dan perawata yang memiliki tempat praktek yang telah teregistrasi.
BKKBN juga mempunyai biaya ayoman atau biaya ala kadarnya untuk keluarga yang sudah memakai alat kontrasepsi tetapi masih saja hamil. uang tersebut akan diberikan sukarela kepada masyarakat.
BKKBN juga mempunyai program-program tertentu yang mengenai kemasyarakat dan biasanya BKKBN juag bekerja sama dan mengundang para bidan, perawat, provider, TNI, POLRI untuk bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan bersama.
Sebelum kami pulang kami menyempatkan berfoto bersama dengan Dr. Nia Reviani,MAPS
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI