Besarnya animo masyarakat yang memanfaatkan fasilitas uji coba moda transportasi baru ini dapat dilihat dari data perhari jumlah penumpang BisKita. Dilansir dari Bisnis.com, selama masa uji coba diberlakukan, BisKita telah mengangkut 10.977 warga Bogor hanya dalam sepekan masa Uji Coba. Berdasarkan data tersebut, dapat dihitung bahwa sekitar 1800 orang perhari menggunakan BisKita dalam bermobilitas.Â
Meskipun babak baru dari layanan transportasi massal ini diterima postif banyak masyarakat Kota Bogor, Dita Astari, seorang pekerja di daerah Jalan Raya Bogor, berpendapat bahwa hal ini akan meningkatkan jumlah pengangguran akibat pengurangan dari jumlah angkot.Â
Komentar tidak sepakat juga dilayangkan oleh Betha Nov, "BisKita sampai saat ini belum melerai kemacetan, dikarenakan masih banyaknya angkutan kota (angkot) yang masih beroperasi. Untuk rute yang tersedia juga tidak begitu banyak, sehingga tidak semua masyarakat dapat merasakan animo transportasi baru ini." (18/12)Â
Meski antusiasme masyarakat Kota Bogor meningkat seiring dengan hadirnya BisKita, hal ini harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan publik yang ada. Aspek sarana dan prasarana dari bus itu sendiri misalnya. Masih banyak ditemui kekurangan oleh penumpang termasuk pengalaman pribadi penulis seperti tidak terasanya suhu penfiringsuhu pendingin ruangan atau AC. Pun di beberapa unit tidak ditemukannya hand sanitizer yang seharusnya menjadi barang wajib di kala pandemi ini.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H