Sang lelaki berkeliling ke kebun miliknya.
Lalu dijumpainya pohon mangga yang ada di sana
Ia mengumpat pada pohon itu, katanya: "Percuma saja kamu hidup di sini dengan cuma-cuma. Sebab sudah beberapa masa engkau ak juga menghasilkan buah yang bernilai guna"
"Besuk engkau akan kutebang saja dan kuganatikan dengan pohon lain yang mungkin buahnya banyak dan berguna," Kata sang lelaki melanjutkan gerutunya.
Namun ketika tidur sang lelaki bermimpi didatangi sang pohon yang sambil menangis memohon supaya ia diberi kesempatan hidup beberapa masa. Sambil ia memohon untuk diberi pupuk yang berguna bagi pertumbuhannya.
Keesokan harinya sang lelaki tak jadi menebang pohon mangganya. Ia lalu memberi pupuk dan berharap tahun depan pohon mangga itu akan ada buahnya.
Tapi entah ada bisikan dari mana, tba-tiba sang lelaki terkesima dan sadar bahwa kisah pohon mangganya bagai kisah dirinya.
Ia merasa sudah diberi Tuhan hidup bermasa-masa.
Namun apa yang dihasilkannya? Tak ada buah-buah baik dari hidupnya. Tak ada perhatian terhadap sesama. Tak ada giatnya bekerja. Bahkan ia sering megabiskan waktu untuk mabuk-mabukan dan aktivitas lain yang tak berguna.
Lalu bangkitlah sang lelaki untuk memperbaiki hidupnya, sebelum Than sang pemilik kehidupan mencabut nyawanya karena ia telah hidup sia-sia di landang Tuhan  Sang Pemilik Kehidupan
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H