Aksi 11 Februari 2017 yang rencananya akan digelar besar-besaran seperti aksi sebelumnya ternyata oleh Pak Wiranto dan Jenderal Tito berhasil dilokalisir hanya berupa doa bersama di Masjid Istiqlal. Doanyapun dikabarkan justru untuk keselamatan bangsa dan bukan yang lainnya.
Mungkin langkah jitu jenderal Tito untuk "melumpuhkan" Habib Rizieq dengan menjadikannya tersangka penodaan Pancasila dan kasus pornografi bersama Firza yang juga tersangka kasus makar serta menjadikan Bachtiar Nasir ketua GNPF MUI sebagai tersangka kasus dana yayasan ditambah lagi membekuk Munarman di Bali telah membuat tokoh-tokoh yang garang itu kehilangan kekuatannya. Mereka mau tak mau tunduk perintah pemerintah.
Kita memang tak usah meragukan kemampuan Pak Wiranto dan jenderal Tito dan tak lupa juga Pak Jokowi yang telah memilih keduanya.
Sekali lagi terima kasi jenderal Tito dan Pak Wiranto, sebagai masyarakat kita boleh tenang nanti di 112.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H