Sebelum ada busway, setiap harinya saya pulang kerja pasti lewat Cawang. Dari yang tadinya tidak kenal sampai kenal dengan orang-orang yang bekerja dari arah yang sama tempat saya bekerja karena terlalu seringnya bertemu. Dari yang tidak pernah memperhatikan keadaan sekitar sampai jadi rajin memperhatikan keadaan sekitar.
Ada satu hal yang menarik jika sudah sampai di cawang. Di cawang ada jalan yang tidak boleh ke kanan langsung karena hanya boleh di lewati oleh busway saja. Kendaraan apapun itu harus ke kiri dulu untuk putar balik jika ingin ke arah uki. Tapi tidak untuk angkutan umum berjenis patas. Dengan menggocek kantong untuk "Salam Tempel" maka Patas bebas untuk kanan langsung jika sudah memberikan "Salam Tempel" kepada "Pahlawan Berseragam". "Salam Tempel" yang di berikan oleh "kenek" kepada polisi secara diam-diam dan langsung di tempelkan pada tangan "Pahlawan Berseragam". Ini sering terjadi.
Tapi kalau sudah mobil pribadi yang lewat pasti langsung kena tilang apalagi bagi mereka yang plat mobilnya daerah yang mungkin saja tidak tahu peraturan di jalan cawang itu. Aneh, bukannya di kasih tahu jalan yang benar tapi malah di tilang. Katanya "Kami Ada Siap Melayani Masyarakat".
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H